Membaca Realitas

Harga LPG di Ternate Naik, Tabung 12 Kg Tembus Rp380 Ribu

Ternate, Kalesang – Harga LPG non-subsidi di Kota Ternate dilaporkan mengalami kenaikan di tingkat agen. Kenaikan ini terjadi seiring penyesuaian harga yang ditetapkan secara nasional oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut. Ia menyebutkan, harga LPG non-subsidi di tingkat agen di Ternate saat ini mencapai Rp380.000 sebelumnya Rp329 untuk tabung 12 kilogram dan Rp195.000 sebelumnya Rp175.000 untuk ukuran 5,5 kilogram.

“Kenaikan harga LPG ini merupakan kebijakan dari pusat, sementara daerah menyesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya Selasa (21/4/2026).

Namun demikian, proses penyesuaian harga di Maluku Utara disebut masih dalam tahap komunikasi dengan pemerintah daerah. Hal ini disampaikan Elis, staf distributor resmi pelumas Pertamina, saat ditemui di Ternate.

“Secara nasional memang sudah naik, tetapi untuk Maluku Utara masih menunggu kesepakatan penyesuaian harga bersama pemerintah daerah, sehingga kami belum bisa menyampaikan besaran harga resmi untuk semua ukuran,” jelasnya.

Meski masih dalam tahap koordinasi, harga LPG di sejumlah agen di Kota Ternate telah mengalami kenaikan bervariasi, khususnya untuk tabung 12 kilogram yang kini dijual di kisaran Rp370.000 hingga Rp380.000.

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), wilayah Maluku Utara masuk dalam area operasional MOR VIII yang mencakup Papua dan Maluku. Per 18 April 2026, harga LPG non-subsidi di kawasan Indonesia Timur telah mengalami penyesuaian, dengan Bright Gas 5,5 kilogram sebesar Rp134.000 dan LPG 12 kilogram sebesar Rp285.000 per tabung.

Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional Pertamina dalam menyesuaikan harga LPG non-subsidi di berbagai wilayah Indonesia.