Pertamina Gelar Pasar Murah di Ternate, 1.000 Paket Sembako Dijual Rp30 Ribu
Ternate, Kalesang – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku kembali menggelar program pasar murah bagi masyarakat prasejahtera di Kota Ternate. Kegiatan ini menyasar 1.000 warga di sekitar wilayah operasional Fuel Terminal Ternate.
Program tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Dalam kegiatan ini, satu paket sembako dijual seharga Rp30 ribu, meskipun nilai aslinya mencapai sekitar Rp211 ribu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas menjelaskan, paket sembako yang disediakan terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 1,8 liter, gula pasir 3 kilogram, dan tepung terigu 2 kilogram.
“Penyaluran dilakukan menggunakan kupon yang telah dibagikan sebelumnya melalui perangkat kelurahan dan desa setempat, sehingga tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, kegiatan pasar murah ini merupakan lanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Ambon. Selain membantu warga, hasil dari kegiatan tersebut juga akan disalurkan untuk mendukung fasilitas sosial dan umum di wilayah sekitar.
Bantuan tersebut di antaranya diberikan kepada Panti Asuhan Al-Muslih Jambula, Masjid Al-Qubais Jambula, serta pengembangan fasilitas umum di sejumlah kelurahan seperti Jambula, Kastela, Rua, dan Foramadiahi.
“Program ini merupakan bentuk kehadiran Pertamina di tengah masyarakat. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan luas, baik secara langsung maupun untuk kepentingan fasilitas umum,” tambah Ispiani.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Camat Pulau Ternate, Roy Nasir, menyampaikan terima kasih atas inisiatif yang dinilai sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Dengan harga Rp30 ribu untuk paket sembako, tentu sangat meringankan beban warga. Sisa uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain,” ungkapnya.
Salah satu warga penerima manfaat, Mabuab, warga Kampung Rua yang berprofesi sebagai pedagang kios, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
Ia mengatakan, harga paket yang murah memungkinkan dirinya mengalokasikan sisa uang untuk tambahan modal usaha kiosnya.
Program pasar murah ini diharapkan terus berlanjut sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dan warga di sekitar wilayah operasional.
