Membaca Realitas

Asisten II Pimpin Rabu Menyapa di Dispersip, Tekankan Disiplin ASN dan Peran Strategis Jelang JKPI

Ternate, Kalesang – Pemerintah Kota Ternate kembali menggelar kegiatan “Rabu Menyapa” yang kali ini dipusatkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip), Rabu (8/5/2026).

Apel tersebut dipimpin oleh Asisten II Setda Kota Ternate, Muslim Gani, mewakili Sekretaris Daerah yang tengah melaksanakan tugas di luar daerah.

Program “Rabu Menyapa” merupakan inisiatif Sekda Rizal Marsaoly sebagai upaya monitoring langsung untuk memastikan pelayanan publik di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kelurahan berjalan optimal.

Dalam arahannya, Muslim Gani menegaskan pentingnya menjaga kedisiplinan dan kebersamaan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkup Dispersip. Ia juga menyampaikan salam dari Sekda kepada seluruh jajaran ASN agar tetap solid dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Disiplin dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ini harus terus dijaga oleh seluruh ASN,” ujar Muslim.

Selain itu, ia menyoroti peran penting Dispersip dalam menyambut agenda nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dijadwalkan berlangsung di Ternate pada Agustus mendatang. Menurutnya, Dispersip memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan dokumen arsip, khususnya terkait sejarah Kesultanan Ternate dan kearifan lokal, untuk ditampilkan pada pra-event JKPI.

Muslim juga mengusulkan agar depo arsip yang berada di Benteng Oranje dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi pameran dalam rangkaian pra-event tersebut.

“Kesuksesan JKPI bukan hanya tanggung jawab Dinas Kebudayaan, tetapi membutuhkan dukungan semua OPD, termasuk Dispersip,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh ASN untuk memperkuat kolaborasi dan kebersamaan dalam menyukseskan berbagai program pemerintah daerah, terutama dalam menyongsong pelaksanaan JKPI.

Menurutnya, perpustakaan dan kearsipan memiliki posisi strategis sebagai pusat informasi dan pengembangan sumber daya manusia.

“Jika di sekolah perpustakaan adalah jantung pendidikan, maka di daerah perpustakaan dan kearsipan merupakan jantung pengembangan SDM,” pungkasnya.