Membaca Realitas

Tunjukkan Kemampuan Literasi, Puluhan Siswa SD Berlaga di Lomba Bertutur

Ternate, Kalesang — Lomba bertutur tingkat SD/MI se-Kota Ternate yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate resmi berakhir. Setelah melalui penilaian dewan juri, Aisya Nur Ramadhani E. Torano dari SD Runny School Kota Ternate berhasil meraih juara pertama pada ajang yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Juni 2026.

Atas prestasinya tersebut, Aisya berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp3 juta. Posisi juara kedua diraih Ashila Najwa Putri dari SD Alkhairaat 04 Ternate dengan hadiah Rp2,5 juta, sementara juara ketiga diraih Nurul Shalita dari SDN 29 Kota Ternate yang memperoleh uang pembinaan sebesar Rp2 juta.

Pada kategori harapan, juara harapan I diraih Rumaisya Ainurahman Lewer dari SD Islam Sahabat Cendekia Ternate dengan hadiah Rp1,5 juta. Juara harapan II diraih Faadihila Iqrazufar Soffian dari SDN 14 Ternate dengan hadiah Rp1 juta, sedangkan juara harapan III diraih Andini Iriwil Samad dari SDN 52 Ternate yang memperoleh hadiah Rp700 ribu. Seluruh hadiah uang pembinaan tersebut dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan Aisya mendapat apresiasi dari guru pendamping SD Runny School Ternate, Hajriani Aldilani. Ia mengaku bangga karena peserta didiknya mampu menunjukkan kemampuan terbaik meski baru pertama kali mengikuti perlombaan bertutur tingkat antarsekolah.

Menurut Hajriani, keberanian dan kepercayaan diri yang ditunjukkan para peserta menjadi modal penting untuk mengikuti kompetisi serupa di masa mendatang.

“Saya bangga karena di usia tingkat SD mereka punya mental yang sangat kuat untuk tampil. Terima kasih kepada Dispersip yang sudah memberikan wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi, khususnya dalam bidang bertutur dan bercerita.

“Harapan kami lomba seperti ini terus dilaksanakan karena menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki potensi dalam bercerita dan literasi. Kami mengirimkan dua peserta, meski satu belum berhasil, itu menjadi pengalaman untuk ikut lagi ke depan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispersip Kota Ternate, Nona Lethulur, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaik selama perlombaan berlangsung.

Menurutnya, para siswa telah tampil maksimal dan menunjukkan keberanian yang luar biasa saat membawakan cerita di hadapan dewan juri maupun penonton.

“Hanya saja ada peserta yang lebih beruntung karena memiliki kesiapan yang lebih matang,” ujar Nona.

Ia berharap lomba bertutur tidak hanya menjadi agenda tahunan pemerintah daerah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan rutin di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi sejak dini.

Nona juga mendorong sekolah dan guru untuk terus melakukan pembinaan terhadap siswa yang memiliki bakat di bidang literasi dan bertutur agar mampu bersaing pada jenjang yang lebih tinggi, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.

“Anak-anak ini sudah memiliki modal semangat dan keberanian tampil yang luar biasa di depan orang banyak. Orang dewasa pun kalau tidak terbiasa berbicara atau bercerita yang disaksikan banyak orang dan juri belum tentu bisa seperti mereka,” pungkasnya.