Perkuat Kualitas Layanan, Poltekkes Kemenkes Ternate Gelar Forum Konsultasi Publik
TERNATE, Kalesang – Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ternate mengajak sejumlah pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap standar pelayanan publik melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Multifunction Room Poltekkes Kemenkes Ternate, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Ternate, RSUD Chasan Boesoirie, Dinas Kesehatan Kota Ternate, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Universitas Khairun (Unkhair), insan pers, hingga tokoh masyarakat.
Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate, Ridwan Yamko, mengatakan forum ini menjadi wadah untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan standar pelayanan yang telah diterapkan. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak penting agar pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Standar pelayanan yang telah kami susun perlu mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan. Kami ingin memastikan pelayanan yang diberikan semakin baik dan mampu menjawab harapan masyarakat,” kata Ridwan.
Ia menegaskan bahwa Poltekkes Kemenkes Ternate tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai institusi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, transparansi terhadap standar pelayanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan.
“Sebagai perguruan tinggi kesehatan pertama di Maluku Utara, Poltekkes Kemenkes Ternate saat ini memiliki tujuh program studi. Untuk mendukung pengembangan pendidikan, kampus tersebut juga tengah menyiapkan perluasan fasilitas, termasuk pemanfaatan lahan seluas 1,5 hektare di Kota Tidore Kepulauan,” bebernya.
Selain itu, Poltekkes juga merancang pembangunan fasilitas baru. Ridwan mengungkapkan, sesuai arahan Gubernur Maluku Utara, aset Rumah Sakit Jiwa Sofifi direncanakan akan dialihkan dan dihibahkan untuk mendukung pengembangan kampus Poltekkes Kemenkes Ternate.
Menurutnya, penambahan sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas institusi dalam menyelenggarakan pendidikan kesehatan sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui forum ini kami berharap memperoleh berbagai masukan yang konstruktif sehingga standar pelayanan yang diterapkan semakin berkualitas, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa maupun masyarakat,” tandasnya.
