Membaca Realitas

Berlalu Dalam Doa

Oleh :

Muhammad Asmar Joma

Waktu berlalu begitu cepat
Tidak terasa sudah lama kau pergi.
Seperti itulah kita.
Nada penyesalan seirama dengan luka lara
Derita menghunus  cepat seperti hitungan angka.

Gelap sudah semesta ini
Kusam sudah setiap tempat
Di mana lagi tempat yang harus ku isi
Semua telah terpenuhi dengan kesedihan

Ketiadaan mu terlalu menyimpan bahasa cinta
Diam mu bersama kepergian mu menjadi jimat untuk menanti.
Ingatan kelam menusuk budi ku
Banyak cerita yang mengusik telinga ku, membasahi jiwa ku
Menengelamkan harapan  tampa tersisa.
Lantunan ayat-ayat cinta kini telah patah menjadi serpihan sejarah.
Tebasan doa dan zikir menjadi utusan  ku pada sang khalik
Hingga hakikat diri mu bisa terlihat di dalam minyak cinta ku.