Soal Vaksin DPRD Koordinasi ke Halbar Kadinkes: Orang Tua Banyak Termakan Hoax
TERNATE (Kalesang) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate melakukan kunjungan kerja (Kuker) ke Tim Satgas Covid-19, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, Kamis (24/2/2022).
Kunjungan kerja tersebut terkait implementasi program vaksinasi pada anak atau siswa siswi baik SD maupun SMP serta pemberlakuan pembelajaran tatap muka.
“Kami diterima oleh Sekda, Syahril Abd Radjak dan beberapa OPD termasuk Direktur Rumah Sakit.” Ujar Fahri Bachdar saat diwawancarai, Jumat (25/2/2022).
Wakil ketua komisi III itu mengatakan dari hasil diskusi bahwa Dinas Kesehatan Halbar menyampaikan target atau sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun sebanyak 12 ribu orang.
“Untuk SD, capaiannya baru 6 persen atau 763 siswa dari target 12 ribu.” Ungkap Fahri.
Sementara untuk tingkat SMP di Halbar, dari 14.361 siswa, ada 8.403 siswa yang telah menerima vaksin dosis pertama dan 5.500 siswa menerima vaksin dosis kedua.
Hal ini menurutnya tak berbeda jauh dengan kondisi yang dihadapi Kota Ternate yang menurutnya, sesuai hasil rapat komisi III bersama Dinas Pendidikan dan BPBD Kota Ternate target yang akan dicapai yakni 50 persen dari jumlah anak usia 6-11 tahun di Kota Ternate.
Penerima dosis pertama anak usia 6-11 tahun baru 1.130 siswa sementara dosis kedua baru 6 siswa.
Namun untuk tingkat SMP yang sudah di vaksin sebanyak 72,2 persen.
“Kendala kita di Kota Ternate sama yakni terkendala izin orang tua.”
Fahri menambahkan, tinggal dinas pendidikan, dinas kesehatan, Satgat Covid-19 dan sekolah-sekolah agar intens melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate Nurbaity Radjabessy, SH. MPH mengatakan, saat ini capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di 123 SD yang ada di Ternate, baru 8 persen yang menerima vaksin.
Ditemui Kalesang.id, Jum’at (25/2/2022) Nutbaity menegaskan, vaksinasi anak di Ternate rendah dikarenakan orang tua yang termakan hoax (berita bohong) hingga tidak mengizinkan anaknya untuk divaksin.
“kita akan berupaya, tetap lakukan sosialisasi dan berikan edukasi ke orang tua.”tuturnya.
Untuk mempercepat program vaksin anak selain dilakukan di sekolah, vaksinasi anak juga tersedia di Puskesmas.
“Untuk stok dosis vaksin anak hingga saat ini masih aman.”tutupnya.(TR-02/TR-01)
Reporter : Rahmat Akrim/Sitti Muhtmainnah
Editor : Wawan Kurniawan
