SANANA (kalesang) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara manyebutkan bahwa, sejak 2018 hingga saat ini warga daerah itu yang terjangkit virus Human Immunodeficiency Virus Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) mencapai 59 kasus.
Virus ini, hampir sebagian besar masyarakat menganggap bahwa memiliki kesamaan diagnosa. Padahal tidak sama sekali. Untuk itu, orang yang terjangkit HIV sebanyak 53 orang dan AIDS berjumlah 6 orang.
Buktinya, sejak 2018 ada 3 orang dinyatakan terkena HIV dan 2 orang dinyatakan mengidap AIDS. Kemudian untuk 2019, sebanyak 20 orang dinyatakan mengidap HIV, sementara AIDS tidak ada. Untuk 2020 sebanyak 10 orang terjangkit HIV, AIDS tidak ada.
Sementara di tahun 2020 sebanyak 13 orang divonis terjangkit HIV, AIDS tidak ada. Yang terakhir di 2021, terdapat 7 orang yang terkena HIV dan AIDS berjumlah 4 orang. Jadi jumlah keseluruhan kasus HIV-AIDS sebanyak 59 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepsul, Suryati Abdullah mengatakan, data dari sebaran 2018-2022 berjumlah kurang lebih 59 orang. Namun dari tahun 2022 sendiri baru terhitung mulai dari Januari-April.
“Di 2022 ini terdiri dari 13 orang yang terserang HIV, yakni 6 perempuan dan 7 oranglaki-laki 7 orang.” Katanya kepada kalesang.id, Senin (30/5/2022).
Dikutip dari laman resmi Kemkes.go.id. Berdasarkan data permodelan epidemi HIV dengan aplikasi Asian Epidemic Modeling dan Spectrum diperkirakan ada sekitar 543.100 Orang Dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV) yang tersebar di Indonesia masih cenderung fluktuatif.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
