Membaca Realitas

Ini Rencana Kerja Dinas Pangan Malut Tahun 2023

SOFIFI (kalesan) – Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara (Malut) telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Dinas Pangan kabupaten/kota membahas rencana kerja tahun 2023. Rapat itu dilaksanakan pada Mei 2022 lalu.

Kepala Dinas Pangan Malut, Dheni Tjan mengatakan, seusai hasil rapat tersebut semua usulan program telah disinergikan ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) yang dilaksnakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Malut.

“Sekarang kami sedang menunggu proses finalisasi Rancangan Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang digodok Bappeda Malut.” Ungkap Dheni kepada kalesang.id, Rabu (15/6/2022).

Dhani berharap pagu anggaran tahun 2023 nanti bisa mengakomodir program yang telah diusulkan.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kita bahas dan usulkan itu bisa diakomodir dalam APBD sehingga pembangunan pangan di Malut bisa berjalan optimal.” Harapnya.

Lebih lanjut Dhani mengemukakan, program yang diusulkan berkaitan erat dengan menjaga ketersediaan pangan khusunya di Malut. Selain itu terkait penanganan kerawanan pangan serta sarana prasana distribusi pangan.

“Dan menyangkut juga program pengendalian pasokan dan harga pangan, insfrastruktur pendukung pangan seperti pembangunan gudang dan lantai jemur.” Jelasnya.

“Ada program prioritas pangan lokal, yang bertujuan agar masyarakat bisa kembali memanfaatkan pangan lokal, sperti sagu, kasbid dan sebagainya.” Sambung Dhani.

Menurutnya, untuk penyediaan sarana distribusi pangan di Malut perlu di tambah. Mengingat Provinsi Malut adalah daerah kepulauan.

“Dalam bentuk bantuan alat pengangkut darat yang sudah diberikan kepada kabupaten/kota sudah ada, namun karena melihat kondisi Malut sebagai daerah  kepulauan maka mesti ada sarana distribusi laut berupa kapal khusus pengangkut pangan. Maka ini yang kita usulkan.” Ujarnya.

Selain itu, berkaitan dengan ketahanan pangan, Dinas Pangan Malut terus berkoordinasi dan bersinergi bersama pihak terkait. Secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

“Soal ketersediaan pangan di Malut berasal dari produk daerah dan ada yang didatangkan dari luar. Maka kami akan terus memastikan setiap hari melalui petugas di setiap kabupaten/kota agar menjaga kestabilan pasokan dan harga bahan pangan supaya bisa dijangkau oleh semua masyarakat.” Pungkasnya.(tr-08)

 

 

Reporter: M. Rifdi Umasangadji
Redaktur: Zulfikar
728×90 Ads
%d