BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Maluku Utara hingga 12 Juni, Warga Diminta Waspada
Ternate, Kalesang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sejumlah wilayah Maluku Utara pada periode 10 hingga 12 Juni 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate, Desindra Deddy Kurniawan menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, kondisi cuaca di wilayah Maluku Utara saat ini sangat dinamis. Analisis terbaru menunjukkan adanya kombinasi aktivitas Gelombang Rosby dan zona konvergensi angin yang berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan.
“Gelombang Rosby terpantau bergerak aktif ke arah barat dari wilayah timur laut, sementara zona konvergensi angin memanjang secara konsisten dari wilayah perairan hingga daratan Maluku Utara. Kondisi tersebut memicu potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ungkapnya.
Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, serta Kabupaten Pulau Taliabu.
Selain itu, BMKG mengingatkan bahwa wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, tergantung pada tingkat kerawanan masing-masing daerah.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan aman.
“Masyarakat juga diminta untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Selalu merujuk pada informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang berasal dari sumber tidak resmi,” tandasnya.
