Membaca Realitas

DJPb Soroti Rendahnya Penyaluran KUR Sektor Perikanan di Maluku Utara

TERNATE, Kalesang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara, Sakop, menyoroti masih rendahnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada sektor perikanan, meski daerah ini memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar.

Sakop mengatakan, realisasi penyaluran KUR sektor perikanan masih jauh di bawah sektor perdagangan. Kondisi ini dipengaruhi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan akses pembiayaan bagi nelayan di wilayah kepulauan, karakter usaha perikanan tangkap yang bersifat musiman, serta belum optimalnya pendampingan setelah kredit disalurkan.

“Padahal, sektor perikanan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah apabila didukung pembiayaan yang memadai,” jelasnya, Jumat (24/7/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DJPb mendorong sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan instansi terkait dalam memperluas akses pembiayaan, terutama bagi nelayan dan pelaku usaha di wilayah kepulauan.

Selain itu, pengembangan sektor budidaya perikanan juga dipandang penting sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan dibandingkan usaha penangkapan ikan yang bergantung pada musim.

“Kami akan terus mendukung peningkatan efektivitas penyaluran KUR melalui penguatan implementasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), penyusunan kajian fiskal tematik, serta pembinaan terhadap pelaku UMKM,” pungkasnya.