TERNATE (kalesang) – Sejumlah sopir angkutan umum yang tergabung dalam Ikatan Solidaritas Sopir Angkutan Penumpang (ISSAP) Kota Ternate mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate agar melakukan pengawasan secara maksimal di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ternate, Maluku Utara.
Pasalnya, ISSAP menilai pelayanan di SPBU di Kota Ternate masih terkesan amburadul. Ini dikarenakan tidak adanya pengarahan secara jelas ketika pelanggan melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), sehingga kerap terjadi antrian panjang.
Menanggapi hal itu, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate menilai bahwa antrian panjang yang terjadi ketika melakukan pengisian di SPBU telah melanggar ketentuan.
“Ini sudah melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2014 terkait dengan ketertiban umum.” Ucap Ketua Komisi I, Mochtar Bian saat diwawancarai kalesang.id, Senin (20/6/2022).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan seharusnya pengawasan menjadi tanggung jawab Pemkot Ternate, menurutnya pemerintah harus menempatkan pihak keamanan agar melakukan pengawasan, hingga tertata dengan baik.
Menurutnya, pengawasan Pemkot Ternate di tiap-tiap SPBU di Kota Ternate masih sangat lemah, sehingga pemerintah harus intens dan tegas memerhatikan persoalan-persoalan yang terjadi.
“Pemerintah harus kawal, harus ada ketegasan. Pengawasan Pemkot terhadap SPBU ini masih sangat lemah sekali.” Tuturnya.
Sementara Walikota Ternate, Tauhid Soleman, mengemukakan bahwa masalah ini sering terjadi bahkan berbagai kebijakan sudah di keluarkan, namun itu masih saja tidak diindahkan oknum-oknum pegawai SPBU.
“Pemkot Ternate selalu disalahkan namun itu kami tetap terima dan memberikan solusi sebagaimana keresahan ISSAP, Satgas harus bertindak tegas jika petugas SPBU mengabaikan maka diberikan sanksi.” Ucap Tauhid.
Hal yang sama juga disampaikan pihak Pertamina, melalui Sales Branch Manager Pertamina Malut, Gatot Subroto bahwa oknum petugas SPBU yang nakal soal penjualan Ilegal agar diawasi oleh tim Satgas agar masalah-masalah tersebut bisa diselesaikan.
“Intinya jika tim Satgas bekerja dengan baik itu akan bisa mengurai segala masalah sering terjadinya antrian panjang kendaraan”. Tukas Gatot sembari mengatakan terkait pegawai SPBU yang nakal pihaknya telah memberikan warning ke semua SPBU. (m-01)
Reporter : Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
