TIDORE (kalesang) – M. Taufik Abubakar, salah satu nelayan asal Kelurahan Tomalou, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) , Provinsi Maluku Utara, keluhkan kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Lelaki 25 tahun itu mengatakan, kelangkaan minyak sola di Tikep ini sangat berdampak bagi nelayan. Sebab, nelayan sangat bergantungan dengan BBM tersebut.
“Bukan saja kelangkaan, bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Kami harap stok solar di Tikep segera diatasi.” Harap Taufik saat diwawancarai kalesang.id, Kamis (7/7/2022).
Saat ini, Taufik menambahkan, BBM yang ada hanya Dexilet. Sedangkan harga minyak tersebut per drum Rp2,6 juta. Sementara kebutuhan BBM sekali melaut itu satu sampai sampai dua ton.
“Yang kami butuhkan itu bukan dexilet, tetapi kami butuh solar. Kalau harga setinggi itu kami tidak sanggup beli.” Keluhnya.
Kalau stok solar terus mengalami kelangkaan, lanjut Taufik, sangat berdampak pada pasukan ikan di pasaran.
“Ikan cakalang, tuna, tongkol dan sejenisnya itu sumbernya dari nelayan Inka Mina yang ada di Kota Tidore. Bila nelayan tidak melaut, diprediksi warga tidak makan ikan pada saat lebaran Idul Adha.” Pungkasnya.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
