TERNATE (kalesang) – Dinas Kesehatan Kota Ternate, Maluku Utara mencatat data kasus Human Immunodeficiency Virus(HIV)-Acquired Immunodeficiency Syndrome(AIDS) di Kota Ternate sejak 2021 hingga April 2022 mencapai 102 kasus baru.
Pengelola program HIV-AIDS Dinas kesehatan Kota Ternate, Hamidah, SKM, M.Kes mengatakan pada Tahun 2022 juga tercatat kasus meninggal dunia sebanyak 21 orang.
“Kasus hiv-aids ini kumulatif, untuk kasus meninggal bukan penderita yang baru terdeteksi di tahun 2022 ternyata sudah beberapa tahun yang lalu mengidap HIV, baru meninggal di tahun 2022.”Jelas Hamidah kepada kalesang.id, Selasa(12/7/2022).
Berdasarkan faktor risiko, penyebaran kasus HIV-AIDS tertinggi di Kota Ternate disebabkan oleh hubungan seks bebas.
Ia mengaku saat ini pihaknya terus melakukan sejumlah akselerasi kegiatan guna tetap memenuhi pendampingan terhadap penderita HIV-Aids seperti pertemuan penguatan jejaring yang melibatkan sejumlah stakeholder yang berkaitan.
“Persoalan HIV-AIDS ini kompleks ada butuh penanganan dari berbagai pihak seperti Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM).”Katanya.
Selain itu, terdapat juga program rutin puskesmas yakni layanan mobile voluntary counselling and testing (VCT) atau pencarian atau penemuan penderita HIV-AIDS pada spot tertentu yaitu salon dan panti pijit. Kemudian,pemeriksaan rutin di puskemas dan mendampingi penderita untuk akses pengambilan obat.
“VCT dilakukan per triwulan, karena masa jendela hiv-aids itu 3 bulan.”Jelasnya
Lanjutnya terdapat 5 fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani pengobatan HIV-AIDS di Kota Ternate yakni RSUD Chasan Boesoirie, Puskesmas Siko, Puskesmas Kalumpang, Puskesmas Kalumata, dan Puskesmas Kota.
“Puskesmas lain layanan pemeriksaannya jalan, jika didapati positif makan akan dirujuk ke 5 faskses itu.”Ujarnya.(M-02)
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
