Membaca Realitas

69 Karyawan Tambang di Halmahera Tengah Keracunan Makanan

Halteng, Kalesang — Insiden dugaan keracunan massal menimpa puluhan karyawan tambang di Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Sagea, sementara sebagian lainnya ditangani oleh tim medis perusahaan, Minggu (3/5/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para korban merupakan pekerja dari PT Temporess International Divelery (TID) yang beroperasi di wilayah tersebut. Mereka mulai mengalami gejala secara bersamaan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.

Kepala Puskesmas Sagea, Agusthina Pare, mengungkapkan bahwa pihaknya menangani 49 karyawan yang mengalami keluhan serius. Sementara itu, 20 karyawan lainnya dirawat oleh tim medis internal perusahaan.

“Total ada 69 karyawan yang diduga mengalami keracunan makanan,” ujarnya.

Para korban dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, serta diare dengan frekuensi lebih dari tiga kali. Dugaan sementara, kondisi tersebut dipicu oleh makanan yang dikonsumsi sebelumnya.

Di sisi lain, pihak perusahaan melalui Advicer Humas PT TID, Marten, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa makanan untuk karyawan disediakan melalui kerja sama dengan pihak vendor.

Menurutnya, makanan dikonsumsi pada malam hari di area Kilometer 9, namun gejala keracunan baru dirasakan keesokan paginya. Hal ini diduga karena reaksi racun yang tidak langsung muncul setelah dikonsumsi.

“Iya, benar ada karyawan yang mengalami keracunan,” singkatnya.

Marten juga mengakui bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, sepanjang tahun 2026 ini, kasus dugaan keracunan tercatat telah terjadi dua kali.

Pihak terkait hingga kini masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.