SANANA (Kalesang) – Akibat gelombang tinggi, longboat milik warga Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut), tenggelam. Kecalakaan laut itu membuat salah satu warga La Mulyadi belum ditemukan hingga malam ini.
Kepala Desa Waisakai, Mashun Umasugi mengatakan, dirinya juga mendapat informasi dari bawahan di desa melalui telepon seluler. Mereka memberi tahu kalau dua orang warganya atas nama, Safrin Umagapi dan La Mulyadi mengalami kecalakaan laut akibat dihantam ombak.
Di mana, Mashun menceritakan, sebelumnya dua warga itu pergi memancing sejak kemarin, Kamis (28/7/2022). Namun peristiwa nahas itu menimpa warganya.
“Mereka rencana mancing ke rumpun, hanya saja masih dalam perjalanan longboat milik mereka dihantam ombak, hingga mengalami patahan, akhirnya tenggelam.” Kata Mashun kepada Kalesang.id, Jumat(29/7/2022) malam.
Beruntung, lanjutnya, dari kejadian tersebut seorang warga Waisakai, Marwan Umaternate menemukan Safrin yang saat itu hendak menahan dengan sebuah rumpon. Sudah begitu, Safrin orang yang bisu.
“Setelah sadar Safrin menggunakan bahasa isyarat bahwa setelah dia dan teman mengalami kecalakaan, mereka terpisah dan hanyut yang tidak tahu arah.” Ucap Mashun.
Setelah mendapat informasi tersebut, Mashun menambahkan, dia langsung berkomunikasi dengan pihak Basarnas untuk bisa membantu warganya yang tengah mengalami kecalakaan.
“Rencana besok baru mereka menuju TKP, karena satu mesin speedbout mereka lagi rusak. Makanya besok baru mereka bertolak dari Sanana ke parairan Waisakai.” Pungkasnya.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
