Kalak BPBD Tikep: Pembatalan Tanggul Tuguwaji hanya Miskomunikasi
TIDORE (kalesang) – Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Muhammad Abubakar mengatakan, pembatalan pembangunan tanggul di Kelurahan Tuguwaji lantaran terjadi miskomunikasi.
Awalnya, Muhammad mengira bahwa masih ada anggaran bencana yang melekat di dana tak terduga (DTT). Dengan adanya itu, BPBD akan memperbaiki tanggul yang rusak.
Akan tetapi, lanjutnya, ketika dicek di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tikep, ternyata dana DTT hanya tersisa Rp60 juta. Sementara rincian anggaran untuk pekerjaan tanggul senilai Rp200 juta.
“Terkait dengan dana yang harusnya dialokasikan untuk penanganan tanggul di Kelurahan Tuguwaji, benar-benar terjadi miskomunikasi.” Kata Muhammad kepada kalesang.id, Kamis (4/8/2022).
BACA BERITA TERKAIT: Pembangunan Tanggul Tuguwaji, Ratna: Pemkot Tikep Jangan Duduk Diam
Meskipun begitu, Muhammad mengaku akan lakukan langkah penanganan tanpa mengabaikan hal-hal yang menjadi tanggung jawab BPBD.
“Saya ingin sampaikan ke Wakil Ketua II DPRD Tikep, Ratna Namsah bahwa kami tidak mengabaikan keluhan dari warga yang terdampak bencana. Tuguwaji ini apapun yang terjadi akan menjadi prioritas kami.” Tegasnya.
Jadi, kata Muhammad, jika sudah tidak ada lagi jalan keluar pada APBD induk, maka pihaknya pastikan bahwa akan prioritaskan tanggul Tuguwaji pada APBD-Perubahan.
Sementara, Wakil Ketua II DPRD Tikep, Ratna Namsah mengaku kaget ketika dengar anggaran DTT tersisa Rp60 juta. Padahal, saat rapat dengar pendapat (RDP) pada Juni lalu, masih tersisa Rp600 juta.
“Saya kaget dengar anggaran tersisa Rp60 juta. Kalau anggaran DTT per Agustus sudah habis terserap, kira-kira dikemanakan anggaran sebesar itu.” Kata Ratna.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
