Gempa Bumi 5,1 Magnitudo Guncang Wilayah Pulau Morotai, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
TERNATE (kalesang) – Gempa bumi bekekuatan 5,1 magnitudo mengguncang wilayah Pantai Utara Morotai Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pukul 13.34.49 WIT, Senin (15/8/2022).
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1.
“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,50° LU ; 128,13° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 9 Km arah Utara Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 137 km.” Kata Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Andri Wijaya Bidang Senin (15/8/2022).
Andri mengemukakan, adapun jenis dan mekanisme gempa bumi ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi atau aktivitas lempeng.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip.” Ungkapnya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap, lanjut Andri gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Jailolo, Morotai Selatan Barat, Morotai Selatan, Morotai Utara, Morotai Timur dengan skala intensitas II hinga III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Dimana, Andri bilang getaran tersebut dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.” Ujarnya.
“Hingga pukul 14.40 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.” Tambah Andri.
Meskipun begitu, Andri mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.” Tukasnya. (m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
