Membaca Realitas

Bawaslu Masih Temukan Data Bermasalah saat Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

JAKARTA (kalesang) – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lolly Suhenty mengatakan, Bawaslu masih menemukan data bermasalah dalam pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU.

Ini disampaikan Lolly Suhenty beberapa waktu lalu saat membuka agenda DKT di Bogor, dimana permasalahan data ini berdasarkan hasil pengawasan yang dihimpun Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota.

Lolly mencontohkan data bermasalah tersebut, orang yang telah meninggal tetapi masih terdata dalam pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan. Ditemukan juga, purnawirawan TNI/Polri yang sudah berubah statusnya menjadi warga sipil, belum terdata dalam daftar tersebut.

“Dari catatan yang masuk ke kami (dari Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota) data pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan di beberapa tempat masih dilakukan secara serampangan.” Ujar Lolly seperti dikutip dari laman resmi Bawaslu, Sabtu (20/8/2022).

Terkait itu, perempuan kelahiran Cianjur tersebut menduga, pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan (DPB) oleh KPU belum ‘clear’. Sehingga, kemungkinan besar persoalan pemutakhiran DPB yang kerap terjadi setiap pemilu akan terulang kembali.

“Maka, ini yang jadi salah satu hal yang harus Bawaslu waspadai. Jangan-jangan, data hasil pemutakhiran yang belum ‘clear’ kemudian dijadikan data sandingan DP4, sehingga problem dari periode ke periode berpotensi kembali terulang.” Terangnya.

Dalam kesempatan itu, Lolly mengungkapkan semua divisi yang ada di internal Bawaslu harus mampu memetakan kerawanan yang terjadi di semua tahapan pemilu.

“Seluruh divisi harus memahami semua potensi kerawanan yang mungkin terjadi.” Tutupnya. (tim)

 

 

Reporter: Rahmat Akrim