SANANA (kalesang) – Akhirnya antrean panjang di depan SPBU Reguler Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara mulai berkurang.
Hal ini tidak terlepas dengan pembentukan Satgas pengawasan BBM yang melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepsul dan TNI-Polri.
Dari pantaun kalesang.id, Selasa (30/8/2022) sejak tadi pagi tadi hingga pukul 11:38 WIT, sama sekali tidak ada antrean di SPBU Reguler Sanana. Bahkan di sejumlah tempat pengecer di Desa Mangon, Kecamatan Sanana tidak terlihat lagi BBM jenis Pertalite yang dijual.
Ria, salah satu pengecer mengatakan, setelah ditegur oleh tim Satgas, mereka sudah tidak mau menjual BBM bersubsidi.
Tentu, Ria menambahkan, mereka tidak mau ambil risiko dengan sanksi yang nanti diberikan oleh tim Satgas BBM.
“Lebih baik jangan jual. Takutnya kami dapat sanksi dari Satgas. Kan kami sudah diberikan surat edaran.” Kata Ria.
Terpisah, Admin SPBU Sahabudin A. Latif mengatakan, setelah ada gerakan dari Satgas antrean sudah tidak ada lagi.
“SPBU sudah longgar, tapi masih ada anak-anak yang masih mau cari kesempatan untuk menimbun BBM. Langkah Satgas memang ampuh. Sebab mereka langsung tindak ke pengecer di kios dan depot-depot.” Pungkasnya.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
