Harga BBM Naik, Ini Cerita Ratna Sebagai Tukang Parut Kelapa di Pasar Basanohi Sanana
SANANA (kalesang) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat (Pempus) sangat berpengaruh bagi semua kalangan, terutama orang-orang kelas menengah ke bawah.
Buktinya, salah satu tukang parut di pasar Basanohi Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Ratna keluhkan kebijakan yang dilakukan oleh Pempus.
Mesin yang menjadi satu-satunya alat mata pencaharian perempuan 40 tahun itu tentu setiap hari sangat membutuhkan BBM.
“Sebelumnya kita beli minyak dengan ukuran satu botol Aqua besar itu seharga Rp15 ribu. Tetapi setelah adanya kenaikan BBM, harganya sudah Rp25 hingga 28 ribu per botol.” Kata Ratna saat ditemui kalesang.id, Sabtu (10/9/2022).
Dari harga BBM yang naik secara drastis itu, perempuan asal Desa Fogi ini mengaku sangat tidak sesuai dengan pembeli yang ada di pasar Basanohi. Saat ini, pengunjung yang ada di pasar kebanggaan warga Sanana ini tak lagi ramai seperti dulu.
“Kenaikan BBM ini membuat kita semakin kesulitan. Sebab keuntungan yang kami dapat tidak seberapa dengan kebutuhan sehari-hari.” Keluhnya.
Kelapa yang dimanfaatkan untuk dijual itu, Ratna menyampaikan, mereka membeli milik orang lain. Biasanya, kelapa yang dibeli seharga Rp300 itu habis dijual dalam waktu satu minggu.
“Kelapa berukuran kecil yang kami beli di orang lain itu 4 buah Rp10 ribu. Tapi kalau ukuran yang sedikit besar, 3 buah Rp10 ribu.” Ucap Ratna.
Perempuan tujuh orang anak itu berharap agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah itu harus dilihat juga dengan kondisi yang ada di masyarakat kalangan bawah.
“Karena kalau kebijakan tanpa pertimbangan ke masyarakat kecil, maka sudah pasti kita yang paling sengsara.” Pungkas perempuan yang sudah 10 tahun bertarung di pasar Basanohi itu.
“Suami saya, Atit Leko juga membantu saya parut kelapa di pasar Basanohi Sanana. Kami hanya bisa bertahan hidup dan menafkahi keluarga lewat mesin parut kelapa ini.” Pungkas Ratna.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
