TERNATE (kalesang) – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) yang dikenal dengan semboyan Sekali di Udara Tetap di Udara terus berupaya untuk memberikan jembatan infromasi yang akurat dan selalu mempersatukan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote.
Upaya yang tengah dilakukan LPP RRI tersebut, setelah usia RRI memasuki usia ke-77 tahun pada 11 September 2022 yang jatuh pada Minggu besok.
Kepala RRI Ternate, Yanto Prawironegoro mengatakan, pada usia yang ke-77 tahun 2022 ini, RRI baik pusat hingga daerah termasuk RRI Ternate terus berupaya memberikan jangkauan siaran ke seluruh pelosok di 10 kabupaten kota yang saat ini belum terjangkau jaringan internet.
“Di Malut, memang ada kabupaten yang belum sepenuhnya terjangkau siaran RRI, maka ini menjadi upaya kita untuk bagaimana memberikan layanan infromasi kepada masyarakat, terutama kepada masyaraka yang ada di pelosok yang belum memiliki jaringan internet.” Kata Yanto saat dikonfirmasi, Sabtu (10/9/2022).
Untuk melakukan pemenuhan jangkauan siaran ke seluryuh kabupaten kota di Maluku Utara, Yanto menambahkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik untuk bisa membantu RRI dalam upaya memberikan infromasi dan hiburan ke masyarakat.
“Baru Bupati Halsel, kita akan coba ke kepala daerah yang lain, dan saya yakin respon mereka juga akan bagus.” Ujarnya.
Dengan tema kolaborasi untuk Indonesia kuat pada HUT RRI Ke-77, kata mantan reporter olahraga nasional itu mengatakan, tema yang diambil tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk kembali pulih termasuk dari sektor perekonomian pasca dilanda Covid-19 selama 2 tahun berturut-turut.
“Dalam menyambut HUT RRI ke-77, tanggal 11 September 2022 besok, seluruh angkasawan/angkasawati LPP RRI di seluruh Indonesia termasuk RRI Ternate, akan menggelar upacara pengibaran bendera dan dilanjutkan dengan penylutan obor TRI Prasetia RRI yang dipandu langsung dari RRI Jakarta jalan Medan Merdeka Barat.” Pungkasnya.(red)
Editor: Junaidi Drakel
