SOFIFI (kalesang) – Puluhan mahasiswa dari Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore Provinsi Maluku Utara (Malut) dan aliansi aksi masyarakat Oba bergerak untuk Halmahera menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Malut.
Amatan kalesang.id, aksi dimulai sekira pukul 10:00 WIT. Dimana massa aksi menggunakan dua mobil dengan sound system kemudian bergerak dari kampus menuju rute kantor DPRD Malut.
Tampak poster di sebuah mobil bertuliskan “Pemekaran (DOB) Kota Sofifi harga diri warga Halmahera”, kemudisn DOB Sofifi harga mati, dan tertulis pula percepatan Kota Sofifi.
Adapun sapanduk lain, yang terpampang di pintu masuk kantor, bertuliskan turunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Puluhan massa aksi menuntut Pemerintah Provinsi dan DPRD provinsi untuk mempercepat Daerah Otonomi Baru (DOB) bagi Sofifi sebagai Ibu kota provinsi Maluku Utara, kemudian menyelesaikan permasalahan harga BBM, dan kasus kekerasan seksual.
Salah satu orator mengatakan bahwa hanya ada di Maluku Utara saja, yang ibu kota provinsi berstatus sebagai kelurahan. Oleh karena itu pemekeran Sofifi sebagai kota jangan ditunda-tunda.
“Apakah Walikota Tidore dan DPRD Kota Tidore yang tidak mengikhlaskan pemekaran Kota Sofifi, atau, jangan-jangan pemerintah provinsi dan DPRD Porvinsi Maluku Utara tidak punya niat untuk mempercepat pemekeran Kota Sofifi.” Beber salah satu orator dari atas truk.
Selanjutnya, salah satu orator wanita di atas truck soundsystem membeberkan bahwa Maluku Utara saat ini berada dalam keadaan darurat kekerasan seksual, tetapi tidak ada atensi pemerintah untuk meminimalisir angka kekerasan seksual.
“Selain itu, persoalan kenaikan BBM subsidi sangat mencekik masyarakat.” Kata orator lainnya
Sementara Gufran Muhlis Presiden BEM Unibrah Tidore, katakan bahwa wajah maluku utara adalah sofifi, dan udah 20 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 46 tahun 1999 menetapakan sofifi sebagai ibu kota provinsi.
“Namun kenyataan hari ini pembangunan di Ibu kota provinsi dengan tegas kami katakan tidak berkembang dan maju seperti daerah Ibu kota lain di Indonesia.” Kata Gufran ketika dikonfirmasi kalesang.id disela-sela aksi demonstrasi. Senin (12/9/2022).
Atas dasar itu maka BEM Unibrah Tidore dan aliansi Aski Masyarakat Oba Bergerak Untuk Halmahera dan peduli Sofifi menuntut:
1. Mendesak Presiden RI dan DPR RI untuk segera menetapkan Sofifi sebagai DOB sebelum Pemilu 2024
2. Meminta komitmen Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) dan DPRD Malut untuk serius mengurus Ibu kota Provinsi Malut dengan menetapkan peraturan daerah tentang percepatan pembangunan Sofifi sebagai Ibu kota Provinsi Malut dengan mengalokasikan 30% dari APBD Provinsi Malut.
3. Meminta pertanggungjawaban Walikota Tidore Kepulauan dan DPRD Kota Tikep untuk mendukung percepatan pembangunan Sofifi sebagai bagian dari wilayah Tidore dengan menetapkan pertauran daerah tentang percepatan pembangunan Sofifi dengan mengalokasikan 20% dari APBD Kota Tikep.
(tr-08)
Reporter : M. Rifdi Umasangadji
Redaktur : Wawan Kurniawan
