Membaca Realitas

Kenaikan BBM Dinilai Picu Angka Kemiskinan di Malut

TERNATE (kalesang)– Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai berpotensi meningkatkan angka kemiskinan di Maluku Utara.

Ketua Program Studi (Prodi) Strata 2 (S2) Ekonomi, Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, M.Chairullah Amin mengatakan jika dilihat secara fenomena, kenaikan BBM akan mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat terutama masyarakat miskin akibat harga bahan pokok juga akan melonjak.

Lanjutnya, adapun masyarakat yang diatas garis kemiskinan, pengeluarannya akan semakin besar dan tentunya berdampak pada konsumsi.

“Masyarakat miskin akan tambah miskin, sedangkan masyarakat yang diatas garis kemiskinan akan rawan untuk jatuh kebawah. Itu yang menjadi titik poinnya.”Katanya, Kamis (15/9/2022).

Ia menjelaskan, secara teori, diprediksi angka kemiskinan itu akan meningkat dan kemiskinan ekstrem akan terjadi.

Selain secara nasional yang diprediksi sebanyak 1 juta orang akan mengalami kemiskinan, di Maluku Utara juga berpotensi untuk terjadinya hal tersebut.

Tambahnya jika dihitung, Pemerintah Daerah (Pemda) harus melihat kantong-kantong kemiskinan yang berada di kabupaten/kota se Maluku Utara agar dapat menimalisir itu.

Terkait hal itu, Chairullah mengungkapkan kebijakan pemerintah masih konvesional seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan operasi pasar itu sifatnya jangka pendek, dan problemnya ketika ada program-program bantuan dalam bentuk kegiatan juga tidak berjalan baik.

Secara jangka panjang, menurut Chairullah, pihak Pemda harus mendorong pemberdayaan masyarakat untuk bisa menciptakan pendapatan.

“Bantuan sosial di Kabupaten/Kota itu tidak efektiv dan efisien ,karena komitmennya belum ada. Dan juga Kondisi fiskal pemda yang masih terbatas.”Ungkapnya

Dengan bantalan sosial yang diberikan oleh pemerintah, ia berharap masyarakat dapat menggunakannya secara tepat.

“Peruntukkannya harus jelas agar bisa terpenuhi kebutuhan mereka selama beberapa bulan kedepan.”Pungkasnya.(M-02)

 

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan