TERNATE (kalesang) – Demonstrasi puluhan mahasiswa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berakhir ricuh, Senin (19/9/2022).
Kapolres Ternate, AKBP Andik Purnomo Sigit mengatakan, pemicu dari kericuhan tersebut berawal dari tindakan anarkis mahasiswa terlebih dahulu.
Akibat dari hal tersebut, Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Ternate, Inspektur Polisi Satu (IPTU) Guntur mengalami luka di kepala karena lemparan batu dari salah satu mahasiswa.
“Mahasiswa lempar hingga anggota kami mengalami luka dikepala dan terdapat 7 jahitan.”Ungkapnya, Senin (19/9).
Ia mengatakan demonstrasi yang dilakukan mahasiswa hari ini, tidak ada izin. Meski begitu, ia mengaku pihaknya akan mengawal secara kondusif hingga selesai.
“Tapi ternyata mahasiswa tidak bisa menjaga barisannya, sehingga mereka menjadi anarkis dan kita dengan tindakan yakni membubarkan.”Jelasnya.

Ia menuturkan, tindakan tersebut akan diproses sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.
“Provokatornya sedang kami telusuri, ini jadi pembelajaran untuk mahasiswa bahwa semuanya ada aturan.”Tuturnya
Untuk diketahui, mahasiswa yang ditahan saat ini berjumlah 15 orang . Diantaranya mahasiswa yang berasal dari FKIP Universitas Khairun dan STIKP Kie Raha Ternate.(M-02)
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
