Membaca Realitas

Dihadapan Pimpinan DPRD Kalteng, Wagub Malut ‘Telanjangi’ Kondisi Ibu Kota Sofifi

SOFIFI (kalesang) – M. Al Yasin Ali, Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Maluku Utara (Malut) menyambut kedatangan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Seperti diketahui, kedatangan pihak pimpinan dan anggota DPRD, yang ditemani juga asisten III Setda Provinsi Kalteng ke Malut itu, untuk melakukan kunjungan kerja (Kunker) tentang retribusi pajak daerah di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Malut.

Dalam sambutan dihadapan rombongan Pemprov dan DPRD Kalteng, Wagub membeberkan kondisi Sofifi sebagai ibu kota provinsi Maluku Utara.

“Sofifi ini, sebagai ibu kota provinsi dibentuk sesuai undang-undang nomor 46 tahun 1999.”Jelas Wagub Al Yasin, Rabu (21/9/2022)

Menurut mantan Bupati Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dua periode ini, sudah 23 tahun, Sofifi sebagai pusat Ibu Kota Provinsi Malut keadaannya hanya nama saja yang ibu kota namunsemua kantor berada di Sofifi.

“Masih ada kantor di Kota Ternate dan ada yang masih di Kota Tidore lagi. Namun sebagaian besar sudah ada disini.” Jelas Al Yasin, sembari menambahkan, jika pada dua pekan lalu Polisi Daerah (Polda) Maluku Utara sudah berpindah di Sofifi.

Ia menuturkan, Provinsi Malut memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.311.88 jiwa. yang tersebar di 8 kabupaten dan 2 kota, 117 kecamatan, 1081 desa dan 118 kelurahan.

Berita Terkait:Jadi ‘Teladan’ Urus Pajak, Pimpinan DPRD Kalteng Kunker ke Bapenda Malut

Tambah Wagub, Maluku Utara banyak sekali kekayaan alamnya. Dimana penghasil nickel terbesar di Indonesia yang dikelola dua perusahaan besar, yaitu PT. IWIP, beroperasi di Halmahera Tengah dan PT. Harita Group di Halmahera Selatan.

“Di Halmahera Tengah pabrik nikel yang terbesar di Indonesia, memiliki delapan pabrik yang dapat menghasilkan 500.000 ribu ton nikel pertahun.”Sambungnya.

itulah Maluku Utara katanya,  Dimana pulau besar Halmahera ini hanya menampung empat kabupaten plus Sofifi Kota Tidore Kepulaun. Dan kabupaten sisa tersebar di pulau-pulau berbeda.

“Tentang pajak air permukaan saya menyambut baik kedatangan bapak ibu sekalian ke daerah kami yang jauh ini, dan yang memiliki seribu pulau ini dalam rangka pertukaran informasi terkait pajak daerah khususnya pajak air permukaan pada Bapenda Malut.” Pungkasnya. (tr-08)

 

 

Reporter : M. Rifdi Umasangadji
Redaktur : Wawan Kurniawan