Membaca Realitas

Pemda Kepsul Belum Bayar Biaya Makeup Paskibraka Sebesar Rp35 Juta

 

SANANA (kalesang) – Biaya makeup Paskibraka 2022 sebesar Rp35 juta belum dibayar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara.

Hal itu diketahui setelah salah satu akun Facebook atas nama Ocha Azkia menulis di dinding statusnya pada Kamis (22/9/2022).

Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadiispora) Kepsul, Sarno Fokatea menyebutkan, upah meckup akan dibayar pada anggaran perubahan.

“Kalau upah mereka itu kami lakukan permintaan masuk dianggaran perubahan, jadi saat ini belum dibayar.” Kata Sarno kepada kalesang.id, Jumat (23/9/2022).

Bahkan, Sarno bilang, bukan saja upah mereka saja yang belum dibayar melainkan upah pelatih Paskibraka juga belum dibayar.

”Kami sudah sampaikan ke mereka bahwa honor akan dibayarkan pada anggaran perubahan ini.” Ujarnya.

Sebenarnya, Sarno menambahkan, akun Facebook yang blikasi keluhan tersebut tidak tahu pasti terkait dengan pembicaraan proses pembayaran tersebut. Karena dia (Ocha Azki, Red) hanya sebagai tenaga pembantu dari salon. Jadi memang ia belum mengetahui proses pembayarannya.

“Ketika anggaran sudah cair, maka tidak lagi melalui rekening dinas tetapi uangnya masuk langsung ke rekening usaha mereka. Kalau tidak salah upah mereka kurang lebih sekira Rp35 juta.” Bebernya.

Kendati begitu, Sarno menuturkan, setelah mendapat penjelasan, akun atas nama Ocha Azkia tersebut sudah memposting permintaan maaf.

Sekadar diketahui, akun Facebook Ocha Azkia, sebelumnya menuliskan, “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Maaf cuman mau bilang kalau torang pe jasa makeup paskibraka dari 15 Agustus 2022 sampai sekarang belum juga dibayar. Ini sudah satu bulan lebih hampir dua bulan belum lagi di bayar. Herannya sekali. Padahal torang datang makeup anak-anak Paskibraka saja subuh jam 3 sampai jam 7 baru pulang. Mulai dari gladi sampai pengukuhan, pengibaran hingga penurunan bendera merah putih. Demi cuan saja katong rela pergi kerja dengan jam 3 subuh meninggalkan anak yang masih belita kendati cuman mau mendapatkan uang. Jadi di sini saya mohon dengan sangat yang bertanggung jawab atas ini tolong selesaikan. Karena ini sudah terlalu lama mengerti sadiki”. (tr-02)

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel