Membaca Realitas

Cerita Safi yang Kehilangan Anak dan Istri saat Long Boat Tenggelam di Perairan Kepulauan Sula

SANANA (kalesang) – Safi Umasugi, salah satu korban kecelakaan laut di perairan Desa Paslal, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara, menceritakan peristiwa yang menyebabkan istri, Jaria Haimia dan anak perempuannya, Asria Safi Umasugi meninggal dalam kejadian hari ini, Minggu (25/9/2022).

Safi Umasugi adalah warga Desa Fogi, Kecamatan Sanana. Dia bersama anak perempuan dan istri berangkat dari Sanana menuju ke Desa Kaporo pada Sabtu (24/9/2022). Mereka datang ke Desa Kaporo dengan tujuan untuk melamar perempuan yang dicintai oleh anak dari Safi Umasugi.

“Iya benar, kami tiba di Desa Kaporo pada Sabtu kemarin. Kami datang untuk melamar perempuan yang dicintai anak saya. Jadi saya bersama istri, anak perempuan beberapa keluarga.” Kata Safi saat ditemui reporter kalesang.id, di rumahnya di Desa Fogi.

Baca Juga: Berikut Kronologis Tengelamnya Long Boat di Kepulauan Sula dari Korban yang Selamat

Safi mengatakan, tadi pagi mereka bersama keluarganya berangkat dari Desa Kaporo. Hanya saja, di desa tersebut tidak longboat yang menuju ke Sanana, sehingga mereka naik longboat dari Desa Buya.

Pada saat mereka naik di longboat milik Om Den, lanjutnya, di dalamnya sudah ada beberapa orang penumpang. Ditambah lagi dengan sejumlah karung kopra.

“Memang kondisi longboat cukup penuh. Awalnya saya agak ragu-ragu dan ingin naik ke longboat yang lain. Karena barang bawaan longboat tersebut lumayan banyak. Belum lagi cuaca kurang bagus. Tapi entah kenapa kami langsung naik.” Ungkap Safi dengan raut wajah yang sangat sedih.

Di tengah perjalanan, lanjut Safi, ada satu longboat yang lewat. Safi mengaku ingin panggil agar pindah ke longboat tersebut. Tapi dia lupa.

Baca Juga: Long Boat Terbalik di Kepulauan Sula, Empat Orang Meninggal Dunia

“Angin laut sangat kencang. Juga gelombang yang sangat tinggi. Air masuk ke dalam longboat dan kemudian longboat yang kami naik itu terbali. Semua orang panik dan terjebur ke dalam air. Orang-orang berteriak tolong.” Ujarnya.

Di saat longboat sudah terbalik, Safi menambahkan, anak perempuannya itu memegang leher Safi dengan sangat kencang.

“Sayapun tidak bisa bernafas. Kalau keadaan seperti itu bertahan hingga 10 menit, maka saya juga sudah meninggal karena kehabisan nafas.” Ucapnya.

Adanya peristiwa itu, kata Safi, beruntung ada warga yang melintasi dengan longboat yang melihat mereka dan mendekati lokasi kecalakaan kemudian mencari sejumlah korban. Namun setelah ditemukan, ternyata keluarganya sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Berikut Jumlah dan Indentitas Korban Laka Laut di Perairan Pulau Mangoli

” Ada longboat kebetulan lewat dan membantu kami. Tapi sayang istri dan anak saya sudah meninggal dunia bersama dua orang lainnya, di antaranya, Nurni Umamit dan Middin Umasugi.

Sekadar diketahui, anak perempuan Safi Umasugi yang meninggal bersama ibunya itu saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas I.(tr-02)

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel