Tidore (kalesang) – Sebelum ramai dengan sebutan pantai Tugulufa, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), di jaman dahulu tempat tersebut dikenal sebagai Tanjung Gebe.
Tempat itu dinamakan sebagai Tanjung Gebe karena pada saat Tidore terlibat aktif dalam proses pembebasan Provinsi Irian Barat untuk dikembalikan ke pangkuan ibu pertiwi.
Warga yang tinggal di Pulau Gebe takut dengan situasi waktu itu, karena jarak antara Irian Barat dan pulau di ujung Halmahera itu terbilang cukup dekat, sehingga warga Gebe memilih untuk mengungsi.
Dengan menggunakan perahu, orang bermukim di Pulau Gebe itu akhirnya datang di tanjung tersebut. Warga yang mengungsi pada waktu itu sekitar 44 kepala keluarga.
“Dulu ketika saya masih duduk di Sekolah Rakyat atau SR, tahun 1956, 1957, lokasi ini disebut Tanjung Gebe.” Kata Jou Jau (Perdana Menteri) Kesultanan Tidore, M. Amin Faaroek saat ditemui di rumahnya, pekan kemarin.
Amin menceritakan, mereka yang tinggal di tempat itu mendirikan rumah dengan bahan seadanya.
“Para pengungsi ini bertahan hidup dengan mengandalakan pohon sagu dan memanfaatkan telaga air tawar di pesisir pantai tersebut.” Ujarnya.
“Setelah Irian Barat berhasil direbut oleh Indonesia, para pengungsi kemudian kembali lagi ke Pulau Gebe.” M. Amin menambahkan.
Sekadar diketahui, lokasi yang saat ini dekal dengan pantai Tugulufa itu, akan dilaksanakan kegiatan yang berskala nasional, yaitu Sail Tidore 2022.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
