Membaca Realitas

Santri Al Khairat, Mengenal Situs Batu Angus Ternate Hingga Pembentukan Bumi

TERNATE (kalesang)- Sebanyak 100 orang siswa santri Pondok Pesantren Salafiyah Al Khairat Ternate, kunjungi baru-baru ini, kunjungan ini sebagai bagian dari perjalanan wisata pada kegiatan Kemah Santri, yang diinisiasi oleh Biro Kesra Setda Kota Ternate.

Batu angus merupakan sisa letusan gunung berapi Gamalama, dan menyisakan lava kemudian membeku menjadi batu andesit basaltik. Batu angus tersebut terletak di Kelurahan Kulaba,Kecamatan Ternate Barat Kota Ternate, Maluku Utara.

Badan Pengelola Dan Pengembangan Aspiring Geopark Ternate, Deddy Arif, saat dikonfirmasi Senin (17/10/2022) mengatakan, kunjungan para santri ke Batu angus bertujuan untuk, belajar tentang alam.

Selama para santri berada di situs geologi batuangus, para santri di pandu dan dijelaskan proses pembentukan bumi dan pembentukan batu angus (gunungapi).

Baca Juga: Kawasan Batu Angus Bakal Masuk dalam Tujuan Geopark Nasional

penjelasan yang disampaikan secara sederhana dan dihubungkan dengan ayat ayat Alquran yang menyampaikan tentang bagaimana bumi terbentuk hingga manusia dan hari akhir.

“Kami berharap kegiatan ini ke depan, dapat melibatkan lebih banyak lagi pondok pesantren yang lain,”ucap Deddy Arif.

Selain penuturan tentang pembentukan batuangus, para santri juga diajak terlibat bermain game geowisata berupa pengamatan batuan dengan menggunakan alat (Loupe), untuk mengetahui bentuk mineral yang menyusun  komposisi di batuangus (andesit basaltik).

Badan Pengelola Dan Pengembangan Aspiring Geopark Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan terima kasih kepada Pondok Pesantren Salafiyah Al Khairat atas terselenggaranya kegiatan ini, dan ini merupakan salah satu tujuan dari adanya Geopark dan Geowisata, yaitu tentang Edukasi.

Baca Juga: Kunjungi Wisata Batu Angus Ternate, Ini Kata Sandiaga Salahuddin Uno

“program Geo Literasi seperti ini akan terus kami laksanakan dan kembangkan agar terwujudnya Wisata yang berkelanjutan dengan nilai nilai edukasi , konservasi dan berdampak ekonomi yang berkelanjutan,”pungkas Rizal. (red)

 

Editsor: Yunita Kaunar