Membaca Realitas

Pemkot Ternate dan Pemprov Malut Jajaki Kerja Sama Sektor Nontambang dengan Singapura

Ternate, Kalesang – Pemerintah Kota Ternate bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Singapura untuk pengembangan sektor nonpertambangan sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara perwakilan Pemerintah Singapura dengan Pemprov Maluku Utara dan Pemkot Ternate. Pertemuan itu dihadiri Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, dan Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir. Rabu (20/5/2026).

Fokus pembahasan diarahkan pada pengembangan sektor-sektor nontambang yang dinilai memiliki potensi besar di Maluku Utara, seperti perikanan, penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Belum Ganggu Inflasi Maluku Utara, Ini Penjelasan BI

BI Malut Soroti Dampak Gejolak Global dan Kuota RKAB terhadap Ekonomi Daerah

Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, mengatakan kunjungan Pemerintah Singapura menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan di luar sektor pertambangan.

“Yang dibahas bukan hanya investasi besar, tetapi juga bagaimana mengembangkan sektor nontambang yang menjadi potensi daerah, seperti perikanan, UMKM dan peningkatan kapasitas SDM,” kata Samsuddin.

Menurut dia, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut dilibatkan dalam pertemuan tersebut untuk memaparkan potensi ekonomi daerah yang bisa menjadi ruang kerja sama antara Maluku Utara dan Singapura.

Pemprov Maluku Utara menilai penguatan sektor nontambang penting dilakukan untuk memperluas struktur ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada industri ekstraktif.

“Selain pengembangan ekonomi, Pemerintah Singapura juga menawarkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi masyarakat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di Maluku Utara,” ungkapnya.

Program tersebut disebut mencakup pelatihan di bidang bisnis, manajemen, pengembangan usaha serta peningkatan keterampilan yang dapat mendukung penguatan sektor ekonomi nonpertambangan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, Kota Ternate memiliki potensi besar pada sektor perikanan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi internasional.

Nasri mengatakan Pemerintah Kota Ternate siap mendukung langkah kerja sama yang mampu membuka peluang investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi peluang bagi Ternate untuk memperkuat sektor-sektor produktif di luar pertambangan, terutama UMKM, perikanan, ekonomi kreatif dan peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.

Selain membahas kerja sama ekonomi, pertemuan itu juga menjadi bagian dari persiapan rencana kunjungan Duta Besar Singapura ke Maluku Utara dalam waktu dekat untuk melihat langsung potensi daerah yang dapat dikembangkan bersama.

“Dengan penjajakan tersebut, Pemprov Maluku Utara dan Pemkot Ternate berharap kerja sama dengan Singapura dapat menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi berbasis sektor nontambang yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.