Membaca Realitas

Terkait Panwaslu Kecamatan, Bawaslu Malut Evaluasi Bawaslu Halsel dan Halut

TERNATE (Kalesang) – Bawaslu Provinsi Maluku Utara evaluasi Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan (Halesl) dan Bawaslu Halmahera Utara (Halut).

Ini lantaran ada protes dari warga terhada 7 peserta panwaslu kecamatan di Halsel yang diduga bermasalah dan tidak memenuhi syarat.

Jadi, evaluasi Bawaslu dua kabupaten itu telah berlangsung di ruang rapat kantor Bawaslu Provinsi Malut, dalam rangka mendengarkan keterangan terkait proses seleksi.

“Berdasarkan laporan, ada yang merupakan calon eks caleg 2019. Kemudian terdapat calon yang merupakan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan yang pernah diberhentikan, serta calon yang namanya terdapat dalam Sipol sebagai pengurus atau anggota parpol.” Kata Ketua Bawaslu Malut, Masita Nawawi Gani, usai rapat tersebut, Jumat (28/10/2022).

Selain Halsel, Masita mengatakan, untuk Halut terdapat pula informasi terkait adanya transaksi uang atau pemberian dalam proses penetapan calon terpilih serta dugaan keterlibatan atau intervensi salah satu ketua parpol dalam seleksi dimaksud.

“Ini yang kemudian kita mintai klarifikasi atau penjelasan dari masing-masing Bawaslu dan mereka telah menyampaikan laporannya.” Ujarnya.

Terkait persoalan di Halsel, lanjutnya, Bawaslu Halsel telah menindaklanjuti terkait laporan yang masuk dengan melakukan klarifikasi serta verifikasi terhadap para calon yang diduga bermasalah tersebut.

“Sementara untuk Halut telah kami instruksikan agar melakukan langkah-langkah pembinaan terhadap jajaran ad hoc yang nantinya akan dilantik itu. Dan Bawaslu Malut akan lakukan supervisi secara intens di dua kabupaten ini.” Tegas Masita.

Sementara itu, Koordinator Divisi (Kordiv) Sumberdaya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO Diklat) Bawaslu Malut, Adrian Yoro Naleng mengatakan, langkah evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses tahapan seleksi telah dilakukan secara prosedural sebagaimana ketentuan yang ditetapkan.

“Bawaslu Provinsi Malut berkepentingan untuk pastikan agar jajaran kami khususnya ad hoc yang dipilih adalah bukan orang-orang yang bermasalah.” Katanya.

Hadir pula dalam rapat evaluasi tersebut anggota Bawaslu Malut, Ikbal Ali dan Suleman Patras. Sementara dari Bawaslu Halsel dihadiri Asman Jamel dan Rais Kahar. Sedangkan dari Bawaslu Halut dihadiri oleh Rafli Kamaluddin dan Ahmad Idris.(red)

 

Editor: Junaidi Drakel