SANANA (kalesang) – Bertepatan dengan hari sumpah pemuda yang ke-94, pengusaha muda asal Kepualuan Sula, Provinsi Maluku Utara, Irawan Duwila berharap pemuda tak harus berpangku kaki, tetapi bangkit dan berkarya demi memajukan daerah dan bangsa.
Owner Gravity itu mengungkapkan, pemuda harus berbuat untuk berbagi dan berbagi tanpa pamrih agar Indonesia lebih maju.
Menurut magister UMI Makasar itu, pemuda yang berada di jaman teknologi saat ini jangan berpangku kaki. Namun harus turut andil dan berperan di seluruh sendi-sendi pembangunan yang berada di Kepulaun Sula, maupun Negera Kesatuan Republik Indonesia.
“Pemuda harus lebih kreatif atau sebagai pioner untuk masa depan negeri maupun bangsa. Mari kita lihat saudara-saudara kita yang saat ini berada di luar daerah yang berjuang maupun sekolah. Semoga setelah mereka kembali dapat mengharumkan nama baik negeri.” Kata Irawan kepada kalesang.id, Jumat (28/10/2022).
Untuk itu, lelaki 31 tahun ini menuturkan, pemuda harus banyak melihat momentum serta peluang dalam bidang tertentu. Sehingga ke depan bisa bersaing pada pembangunan sumber daya manusia.
Meskipun sebagai seorang sarjana teknik, tapi saat ini ia lebih memilih menjadi pengusaha. Tentu, garapan usahanya tidak semudah membalik telapak tangan.
Untuk memmabngun satu usaha, lanjutnya, harus bermodalkan semangat dan berani melakukan semua itu. Buktinya, saat ini dia sudah memiliki satu bangunan Coffee Shop dan 16 kamar kos-kosan dengan nilai total aset kurang lebih Rp8 miliar.
“Tidak sampai di situ saja, saya juga rencana membangun usaha ke sektor kelautan maupun pariwisata. Jadi saya tidak melihat satu kesempatan saja, melainkan masih banyak peluang yang menjadi target saya.” Ungkap Irawan.
Tentu, kata alumni Universitas 45 Makasar itu, pemuda harus bangkit dan melihat banyak peluang usaha. Jangan hanya berharap satu kesempatan untuk menjadi seorang ASN, tapi masih banyak hal yang bisa dibuat untuk jauh lebih baik.
“Pemuda harus lebih berinovasi dan berkembang dalam persaingan pembangunan sumber daya manusia. Semoga apa yang dicita-citakan bisa tercapai suatu saat nanti.” Pungkasnya.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
