Pemkot Ternate dan IAGI Gekar Aksi Iklim Sekaligus Peresmian Kampung Wisata Tubo
TERNATE(kalesang) – Dalam memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2022, Ikatan Ahli Geologi (IAGI) Maluku Utara bersama Pertamina,Pokdarwis Limau Ma Tubu turut berkontribusi mendukung pemerintah Kota Ternate , dalam penetapan warisan geologi Batu Angus sebagai Geopark Nasional, di Kelurahan Tubo Kecamatan Ternate Utara Kota Ternate Maluku Utara.
Aksi pembersihan iklim dengan tema “Konservasi Geowisata Batu Angus: Youth Clean-Up”.
Kegiatan yang dihadiri oleh Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman dan sejumlah OPD, dalam rangka peluncuran Kampung Wisata Tubo Pro Iklim.
Dalam sambutannya di Kantor Kelurahan Tubo, Walikota Ternate M. Tauhid Soleman menjelaskan, kegiatan ini sejalan dengan yang apa sudah dijalankan oleh Pemerintah Ternate.
Terlebih, di Ternate, terdapat 43 titik Batu Angus, dan seluruh titik ini sedang diarahkan menjadi geowisata, tidak sekadar geopark.
“Semoga Batu Angus secepatnya bisa diakui sebagai geowisata nasional,” ucapnya.
Lebih jauh, M. Tauhid Soleman mendorong Kelurahan Tubo menjadi kawasan geowisata Batu Angus.
Pasalnya, Tubo merupakan satu dari sekian kelurahan yang memiliki Batu Angus. Kegiatan Youth Clean-Up ini juga diharapkan bisa memicu kepedulian warga umumnya dan anak muda khususnya untuk lebih menjaga kebersihan di Batu Angus.
“Ini juga pekerjaan rumah Camat Ternate Utara dan Lurah Tubo untuk mendorong warga lebih peduli menjaga kebersihan,” tandasnya.
Sementara, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Utara Deddy Arif mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud aksi iklim, dan bentuk nyata keberpihakan pemuda untuk mewujudkan Geopark Ternate.
“Jika dikaitkan dengan SDG’s aspek mitigasi dan perubahan iklim, kegiatan itu semakin terasa penting,” tambahnya.
Sementara itu, PT Pertamina DPPU Babullah Yusmardono menyatakan, Tubo merupakan lokus dari realisasi program CSR PT Pertamina Patra Niaga DPPU Babullah.
Ia berharap agar Pokdarwis Limau Ma Tubu bisa menjadi aktor penggerak pariwisata tidak hanya di Tubo, tetapi juga Ternate. Di samping itu, ia juga menekankan bahwa perubahan iklim merupakan masalah yang menjadi perhatian di level global.
“Itulah sebabnya, peluncuran kampung iklim di Tubo menjadi terasa penting sekarang ini,” ujarnya.
Ketua Pokdarwis Limau Ma Tubo Sufahri menyebutkan, kegiatan ini merupakan satu dari sekian program Eduwisata Tubo. Ia berharap bahwa pemerintah mendukung apa yang sudah dilakukan oleh Pokdarwis, seperti kegiatan konservasi Batu Angus. Tidak lupa, ia menyoroti krisis iklim di Maluku Utara, wilayah yang terdiri dari kepulauan-kepulauan. Tanpa adanya tindakan nyata, pengikisan bibir pantai akan terjadi terus menerus.
“Jadi, kita semua harus memberikan perhatian pada masalah perubahan iklim,”pungkasnya.(Mg-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Yunita Kaunar
