Tikep Dapat Jatah 2000 Hektare Tanah dari Pempus
TIDORE (Kalesang) – Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara mendapatkan jatah tanah sebanyak 2000 hektare dari Pemerintah Pusat (Pempus).
Bantuan yang diberikan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia adalah program Reforma Agraria.
Menindaklanjuti program tersebut, Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan (PKHTL) Wilayah VI, lakukan sosialisasi Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) di aula Penginapan Visal Kelurahan Gamtufkange, Tikep, Kamis (10/11/2022).
Kepala Balai PKHTL Wilayah VI, Victor W. Rante Lembang dalam laporannya mengatakan, sosialisasi ini merupakan sarana untuk menyampaikan hasil-hasil kegiatan dan objek formal yang telah dilaksanakan oleh KLHK serta menjadi ruang strategis bersama.
“Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan informasi sehingga bisa membuka ruang bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang mempunyai lahan di kawasan hutan.” Katanya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara, Alien Mus, Amanah Upara mengatakan, tanah milik negara melalui KLHK diperuntukkan kepada masyarakat.
“Tahun ini Kota Tidore Kepulauan mendapatkan jatah sebanyak 2000 hektare lahan objek reforma agraria pempus.” Katanya.
Lahan yang disiapkan Pempus untuk Kota Tidore itu, lanjutnya, terletak di Kelurahan Payahe dan Desa Ampera. Dari jumlah tersebut, Pemkot baru mengusulkan sebanyak 255,94 hektare. Artinya 1700 hektare belum diusulkan.
“Sejauh ini baru 114 orang yang baru mengusulkan bantuan tersebut. 114 orang ini terdiri dari 110 dari Payahe, dan 4 dari Desa Ampera. Kami harap adanya sinergitas antara masyarakat, pemerintah, balai, kementerian dan DPR RI, agar bantuan yang diperuntukkan bagi ini dapat terserap secara keseluruhan.” Harapnya.
Tanah itu, Amanah menambahkan, akan menjadi hak warga secara utuh apabila sudah di atas 10 tahun. Setiap warga yang memberikan usulan, langsung dibuatkan sertipikat tanah.
“Setiap warga bisa mengusulkan sebanyak 1 hingga 5 hektare tanah.” Pungkasnya.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
