TERNATE (kalesang) – Gempa bumi bekekuatan 5,1 magnitudo mengguncang wilayah Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) sekira pukul 19.48.01 WIT, Sabtu (12/11/2022).
Berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9, di mana episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,08° LU ; 129,25° BT.
“Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 106 Km arah Timur Laut Daruba, Maluku Utara pada kedalaman 43 km.” Kata Kepala Stasiun Geofisika Ternate Andri Wijaya Bidang.
Andri menyebutkan, adapun jenis dan mekanisme gempa bumi ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust.” Ungkapnya.
Akibatnya, lanjut Andri, dampak gempa bumi berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap, bahwa gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Morotai Timur, Pulau Morotai dan daerah Maba Utara, Halmahera Timur dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Getaran dirasakan nyata dalam seakan-akan truk berlalu. Daerah Morotai Utara, Pulau Morotai, dengan skala intensitas II – III MMI.
“Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.” Ujar Andri.
Hasil pemodelan menunjukkan, Andri menambahkan, bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Kemudian, hingga pukul 20.06 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
Kendati demikian, Andri mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.” Tandasnya.(m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
