Ini Penjelasan Dirut Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate Soal Aksi Unjuk Rasa Karyawan
TERNATE (kalesang) – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale Ternate, Abubakar Adam mengatakan tidak tahu maksud dan tujuan dilaksanakan aksi unjuk rasa oleh sejumlah karyawan tersebut.
Sebab, kata Abubakar apa yang menjadi hak dari karyawan telah ditunaikan, di mana pesangon telah dibayarkan sebesar kurang lebih Rp1 miliar pada tahun 2022 ini.
“Orang pensiun dari sini terima tiga kali, dari Jamsostek, dana pensiun dan terima dari perusahaan juga.” Ucap Abubakar saat diwawancarai kalesang.id, Senin (14/11/2022).
Sebenarnya secara aturan, lanjut Abubakar, semuanya perusahaan telah distribusikan itu ke sana pensiun dan BPJS, dan hal itu telah dibayarkan sampai sekarang ini.
“Jadi saya itu heran yang menjadi tuntutannya apa? Tetap di bayar, gaji mereka kita bayar.” Akunya.
Terkait insentif, Abubakar menyebutkan, memang ada yang harus dipotong, dikarenakan tidak rasional. Seperti, pencatat meter yang seharusnya pekerjaan memang seperti itu, dan kenapa dapat insentif atas job atau pekerjaan tersebut.
“Itu yang kami luruskan, aturannya diperjelas. Saya ambil keputusan itu sudah komunikasikan dengan karyawan, bukan diam-diam terus putusan itu turun, tidak demikian.” Ungkap Abubakar.
Bahkan, menurut Abubakar gaji yang dinaikkan sebesar Rp1 juta pada bulan Maret tidak pernah disebutkan, sedangkan gaji karyawan biasa itu hanya naik Rp100 sampai Rp200 ribu setiap 2 tahun sekali.
“Kita kasih naik Rp1 juta semua karyawan pada bulan Maret, itu Rp200 juta lebih bayar tiap bulan.” Sebutnya.
Dikatakan juga, pihaknya kali ini memperbaiki manajemen keuangan, yang tadinya pemasukan 10 misalnya kemudian pengeluaran 10 maka, kali ini pemasukan 10 keluarnya 1.
“Kami benahi sistem keuangan pakai non tunai, semua tertib ini, kalian bisa bayangkan tidak? Uang dulunya masuk banyak dan keluar banyak.” Katanya.
“Begitu kami lakukan perbaikan ribut tadi, dulu masuk 10 pintu keluar 10 juga, sekarang masuk 10 keluar 1, ribut. Ada yang tersinggung yang tidak dapat dimanfaatkan. Jadi semua transaksi semua lewat bank, tidak pernah menghambat.” Sambung Abubakar.
Terkait dengan tingginya gaji direksi, tambah Abubakar, itu keputusan Walikota Ternate bukan pihak perusahaan. Kata dia, direksi digaji per bulan 5 kali sebesar Rp8 juta totalnya Rp40 juta.
“Saya boleh kasih gambaran, di Bogor ratusan juta per bulan tidak ada masalah. Kan perusahaan ini di manajemen diperbaiki.”Sebutnya.
Untuk gaji tunjangan pendidikan, mantan Kepala Cabang Bank Mega Kabupaten Maros itu mengatakan bukan cuma direksi, melainkan juga terdapat dewan pengawas, yang menjadi masalah mengapa cuma direksi yang diungkit terus.
“Saya juga kaget hari ini, buktinya kan kami bayar, lakukan perbaikan semuanya.” Ujar Abubakar.
Sementara Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman mengatakan, nanti ada penilaian dan evaluasi, sebab ada mekanismenya sesuai Peraturan Daerah (Perda).
“Insya Allah (hari ini) dievaluasi.” Singkat Tauhid.(m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
