Coklat Olahan Asal Kepulauan Sula Tembus Pasar Eropa
TERNATE (kalesang) – PT. Inti Bumi Enterprises gelar Ekspor perdana chocolate bars atau coklat olahan asal Kabupaten Kepulauan Sula sebanyak 2 koli dengan negara tujuan Skotlandia.
Maluku Utara secara umum merupakan penghasil komoditi rempah-rempah sudah terkenal semenjak dahulu kala.
Komoditi rempah-rempah yang dikeluarkan dari Maluku Utara pun selama ini masih berbentuk bahan mentah. Hal ini mengakibatkan nilai jual komoditi rempah menjadi tidak optimal.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yang menjalankan fungsinya sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance, tak henti-hentinya berupaya menggerakkan perekonomian dengan pemberian asistensi yang berkesinambungan terhadap pelaku ataupun badan usaha.
Salah satunya yakni dengan asistensi terhadap PT. Inti Bumi Enterprises yang memiliki keinginan teguh untuk mengolah komoditas rempah (kakao) asal Kepulauan Sula menjadi chocolate bars yang dapat dinikmati oleh semua kalangan penikmat cokelat.
Keteguhan dan komitmen penuh dalam melenggangkan niat Ekspor berbuah manis, dengan terselenggaranya kegiatan Ekspor Perdana chocolate bars asal Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Hari ini, bertempat di Kargo Bandara Sultan Babullah, Ternate, Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Shinta Dewi Arini secara simbolis melaksanakan pelepasan ekspor perdana oleh PT Inti Bumi Enterprises.
PT Inti Bumi Enterprises sukses mengekspor ke pasar internasional. Sebanyak 2 (dua) koli chocolate bars dengan estimasi berat netto 22,4 (dua puluh dua koma empat) kilogram dan berat bruto 38 (tiga puluh delapan) kilogram dengan tujuan ekspor Glascow, Skotlandia (United Kingdom).
“Bea Cukai Ternate tak bergerak sendirian dalam proses terselenggaranya ekspor perdana oleh PT Inti Bumi Enterprises,”ungkapnya
Pelaksanaan ekspor perdana ini juga dihadiri oleh Badan Karantina Pertanian Ternate dan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Sultan Babullah Ternate.
“Ekspor perdana PT Inti Bumi Enterprises yang merupakan UMKM tentunya diharapkan mampu menaikkan posisi tawar UMKM Provinsi Maluku utara di pasar internasional,”jelasnya.
“Semangat ini juga diharapkan mampu berdampak positif, dan masif kepada para pelaku UMKM lainnya, yang mampu mengelola rempah-rempah menjadi produk akhir dengan kualitas dan bernilai ekonomi tinggi,”tandasnya. (Redaksi)
Editor: Yunita Kaunar
