Membaca Realitas

Sultan Tidore Nobatkan Kepala Staf TNI AL Jadi Salah Satu Panglima Tertinggi

TIDORE (kalesang) – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Yudo Margono dinobatkan sebagai Kapita Marinyo Ngolo Nyili Gulu-Gulu atau Panglima Tertinggi Armada Laut di Wilayah Terjauh Kesultanan Tidore, Sabtu (26/11/2022).

Prosesi pengukuhan berlangsung di Kedaton Kesultanan Tidore dan disaksikan oleh sejumlah perangkat adat beserta pasukan TNI AL ini, secara langsung oleh Sultan Tidore, H, Husail Alting Sjah.

Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah saat diwawancarai mengatakan, pihak kesultanan percayakan gelar ini agar berkenan menjadi perwakilan Kesultanan Tidore di Jakarta.

“Kami percayakan gelar adat ini, apabila sampai di pusat dapat berkenan menjadi perwakilan kami di Jakarta.” Katanya.

Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara itu berharap agar hubungan silaturahmi ini bisa terjalin dengan baik, sehingga bisa sama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dari Tidore selalu untuk Indonesia yang kita cintai.” Tutupnya.

Sementara itu, Yudo Margono setelah menerima penobatan, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak Kesultanan Tidore.

“Bapak Sultan Tidore bersama permaisuri beserta seluruh perangkat adat yang mengangkat saya sebagai Panglima Perang Laut ini adalah suatu kehormatan, saya hadir menjadi bagian dari Kesultanan Tidore.” Katanya.

Sejak tahun 2000, Yudo mengaku sudah sering kali melewati selat Tidore-Halmahera ketika menjadi komandan kapal.

“Sejak tahun 2000 itu saya sebagai komandan KRI Bandrom dan tahun 2004 saya menjadi komandan KRI Sutanto, di perairan Kesultanan Tidore ini kami sudah sering melewatinya.” Ungkapnya.

Lanjutnya, dari wilayah laut di seluruh dunia Indonesia adalah wilayah laut yang sangat luas. Hal itu diperlukan seorang panglima perang AL yang kuat untuk menjaga negara.

“Tentu sebagai bagian dari Kesultanan Tidore, keluarga besar AL secara pribadi dan secara kedinasan harus ikut bertanggung jawab terhadap stabilitas keamanan laut di wilayah Kesultanan Tidore.” Bebernya.

Yang lebih penting, Yudo menambahkan, adalah menjaga silaturahmi  dengan keluarga besar dari Kesultanan Tidore. Yugo meminta kepada generasi Angkatan Laut, jika selama ini Kesultanan Tidore hanya berhubungan dengan Lanal Ternate.

“Mulai hari ini KRI-KRI yang lewat harus mampir ke Tidore, jangan hanya menepikan ombak saja ke bibir pantai Pulau Tidore.” Pintanya.(tr-04)

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin

Redaktur: Junaidi Drakel