TERNATE (kalesang) – Mahasiswa MBKM Fakultas Pertanian Universitas Khairun Ternate manfaatkan limbah organik menjadi nilai ekonomis. Rabu (30/11/2022).
Sampah organik dapat dijadikan kompos dan mempunyai nilai jual tinggi, namun masih banyak orang belum tahu cara pengolahannya untuk dimanfaatkan bagi pertanian.
Melihat kekurangan itu, mahasiswa Fakultas Pertanian yang saat ini sedang melakukan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di pusat pengelolaan limbah pertanian Fakultas Pertanian tengah melakukan pengembangan.
Mila, salah satu dosen pertanian dan pengelola rumah pusat pengelolaan limbah menuturkan, selama empat bulan mahasiswa yang melakukan MBKM, untuk fakultas pertanian difokuskan untuk membuat pupuk kompos.
“Karena ini skemanya kewirausahaan, untuk mahasiswa yang melakukan MBKM disini diupayakan agar selain belajar mereka juga membangun usaha, seperti kompos yang dijual.” Ungkapnya.
Sebenarnya, kata Mila, limbah organik mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, maka dari dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk membuat kompos.
Kata Mila, untuk pembuatan kompos sangatlah mudah, hanya menggunakan sisa dari sampah rumah tangga maupun daun kering dan kotoran hewan.
Ia juga menjelaskan, kompos organik sangat baik untuk memperbaiki unsur hara tanah dan kembali subur, ketika menggunakan pupuk kimia yang berlebihan.
“Kalau produksi,pupuk komposnya satu ton, jadinya akan 600 kilogram, untuk dijual 1 Kg Rp10 ribu. Pupuk kompos yang sudah jadi, saat ini masih dijual hanya untuk dosen.” Katanya.
“Jadi, di sini ada lahan pertanian dan backgroundnya pertanian, mahasiswi bisa menanam, mereka bisa langsung praktek dengan menggunakan pupuk kompos yang sudah jadi.” Katanya.
“Saya berharap setelah MBKM mahasiswa mempunyai jiwa wirausaha, melihat peluang-peluang yang orang lain itu belum manfaatkan untuk menjadi peluang bisnis utamanya dibidang pertanian, agar kedepannya lebih mandiri secara finansial.” Harapnya. (tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Wawan Kurniawan
