Tersinggung dengan Postingan Facebook, Pendukung Brasil di Kepulauan Sula Lapor Polisi
SANANA (kalesang) – Merasa tersinggung dengan postingan dari akun Facebook atas nama Dian Candra Winata di grup “Dad Hia Ted Sua”, salah satu fans Brasil di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, Hairia Umar lapor polisi.
Sebelumnya, Hairia bersama anak perempuannya, yakni Helwa yang berusia 19 tahun ikut konvoi fans Brasil pada Senin (5/12/2022) kemarin.
Di konvoi tersebut, anak perempuan Hairia mengenakan pakaian yang kelihatan sedikit menonjol. Kemudian ibu dan anak berfoto di tengah-tengah pendukung.
Dari foto itu, kemudian diposting di media sosial. Jadi, akun atas nama Dian Candra Winata melihat postingan tersebut. Lalu, Dian Candra Winata mengambil foto itu lalu diposting kembali dan disebarkan di grup Facebook “Dad Hia Ted Sua”.
Di dalam postingan itu, Dian menulis “hidup di negeri ulama. Hidup di negeri leluhur. Tapi kelakukan seperti pemain video panas. Mama mau jualan pada tempatnya buka di sini tempatnya bodok dasar orang tua perempuan tidak punya otak. Kira ini di Negara luar. Malu dengan orang arab, jangan bikin diri sama dengan mami germo. Tanggapan masyarakat Kabupaten Sula gaya putri bagus. Bulu-bulu ketiak saja tidak cukur mau kasih tunjuk di orang banyak.” Tulis akun Dian Candra Winata di grup Dad Hia Ted Sua.
Melihat status itu, emosi Hairia langsung meluap dan melakukan pengaduan di Polres Kepulauan Sula. Hairia mengatakan, akun atas nama Dewi Candra Winata itu sudah dua kali memposting foto anaknya di Facebook. Yang pertama dia mencoba untuk bersabar, tapi kali ini sudah tidak ada ampun.
“Akun Facebook atas nama Dian Candra Wanita itu mengunggah foto anak saya lalu menuliskan kata-kata yang mengandung unsur penghinaan terhadap anak saya yang berpakaian ala Amerika Latin.” Katanya, Selasa (6/12/2022).
Pada saat pawai Senin (5/12/2022) itu, Hairia menambahkan, ada beberapa orang yang menggunakan kostum sejumlah negara, termasuk anaknya yang berpakaian ala Amerika Latin.
“Dan masih ada beberapa anak lagi yang menggunakan pakaian seperti Belanda, Meksiko, Arab dan lain-lain yang berada di satu mobil pick up.” Ujarnya.
Jadi, lanjut Hairia, akun tersebut mengunggah foto anaknya lalu menuliskan kata-kata penghinaan akibat menilai anaknya menggunakan pakaian yang tidak sopan.
“Bagian bawah terlihat seperti tali rafia dan memang pakaian Amerika Latin yang memiliki model seperti itu. Kemudian anak saya gunakan kostum dalaman kulit, hanya itu saja tidak berlebihan.” Ucapnya.
Belum lama ini, kata dia, akun itu pernah juga memposting tiktok anaknya dengan menuliskan kalimat yang tak wajar.
“Saya ingin tahu admin Facebook tersebut sebenarnya siapa. Kalau boleh saya minta polisi segera usut dan secepatnya kami bisa ketahui pemilik akun tersebut dan saya bakal proses lanjut hingga di masukkan ke penjara, biar ada efek jerah.” Tegasnya.
Hairia mengaku kalau anaknya itu adalah salah satu model di Kepulauan Sula yang pernah menjuarai ikon tingkat provinsi hingga nasional.
“Kami juga mendapat dukungan dari berbagai macam orang yang melihat postingan tersebut di grup Facebook “Dad Hia Ted Sua” menyuruh kami segera melaporkan akun tersebut ke polisi.” Katanya.
“Akun ini bukan saja menyerang anak saya, tetapi menyerang juga orang lain di Facebook dengan kata-kata penghinaan.” Tandasnya.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
