Membaca Realitas

Oknum Penyebar Informasi Daging Tikus Ditemukan, Ini Pesan Kapolres Kepsul Terhadap Warga

SANANA (kalesang) – Oknum penyebar informasi terkait menggunakan daging tikus di salah satu rumah makan di Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara, ditemukan.

Kapolres Kepsul, AKBP Cahyo Widyatmoko mengatakan, berdasarkan hasil investigasi, anggota penyidik sudah temukan oknum penyebar informasi tersebut. Untuk itu, pihaknya akan memanggil orang bersangkutan agar dimintai keterangan.

“Kami akan panggil pihak yang menyebarkan informasi itu. Apa motif dan tujuan sehingga yang bersangkutan tanpa dasar maupun fakta berani mempublikasikan hal tersebut ke media sosial.” Katanya, Kamis (8/12/2022).

Cahyo mengaku telah panggil pihak Dinas Kesehatan untuk mempertanggung jawabkan terkait dengan hasil pemeriksaan mereka, dan dari hasil tersebut ternyata tidak ditemukan daging tikus di rumah makan bakso andalan.

Baca Juga: Dituduh Pakai Daging Tikus, Pemilik Warung Bakso Lapor Pelanggan ke Polres Kepsul

“Karena hal ini sangat berpengaruh kalau tidak diketahui oleh masyarakat umum. Tentu dari kebanyakan masyarakat takut untuk makan bakso. Kemudian penjual bakso juga yang tadinya memperoleh sumber penghidupan dari jualan, pada akhirnya sudah tidak ada pelanggan.” Ujarnya.

Cahyo harap kepada media agar bisa publikasikan informasi yang tidak benar ini kepada semua orang, terutama soal hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan yang tidak temukan ada daging tikus yang dicampurkan ke bakso.

“Kami juga sudah minta keterangan terhadap pemilik warung bakso yang bernama Sutinu. Ternyata yang bersangkutan sampaikan tidak pernah mencampurkan daging tikus selama 8 tahun berjualan bakso di Kepulauan Sula.” Jelasnya.

Baca Juga: Dinkes Kepsul Akui Tidak Temukan Daging Tikus di Warung Bakso

Jadi, Cahyo menambahkan, selama berjualan 8 tahun ini pemilik warung bakso hanya menggunakan daging sapi dan ayam.

“Kami harap tidak menyalahkan siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi mari kita sama-sama kembali introspeksi diri dan hal ini kita jadikan pengalaman, sehingga ke depan tidak terulang kembali. Jangan sering menjatuhkan orang lain maupun melampiaskan rasa ketidaksukaan terhadap orang lain.” Pintanya.(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel