Cerita Dibalik Kesuksesan Irmawati Bangun Brand Ifamoy
TERNATE (kalesang) – Rumah produksi Ifamoy tepatnya di Kelurahan Tabona, Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara adalah salah satu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sukses dengan berbagai olahan khas Maluku Utara, dari bahan dasar buah Kenari.
Irmawati A Husen (40), asal dari Pulau Makean, Halmahera Selatan memulai usaha ditahun 2007 sejak dirinya masih single.
Untuk memulai usaha ini, Irma melihat potensi yang ada di Pulau Makean yakni Kenari. Dimana pemanfaatannya yang masih kurang. Hal ini menjadi peluang besar baginya untuk membuat olahan dari Kenari.
Menurutnya, Maluku Utara adalah satu dari beberapa daerah yang terkenal di Indonesia sebagai penghasil rempah-rempah, seperti Cengkeh dan Pala. Namun, Maluku Utara tak hanya Cengkeh dan Pala saja yang populer, ada juga Kenari.
“Saya membuat selei Kenari, karena di Ternate waktu itu, belum ada yang membuat olahan ini.” Ungkapnya, Jum’at (9/12/2022).
Bermula dari Selei Kenari, Irma juga melihat potensi Sumber Daya Alam (SDA) laut yang sangat luar biasa. Kemudian ia mulai membuat produk berbahan dasar Ikan.
Ia kemudian kembangkan produknya lebih banyak lagi, agar penghasilan yang ia dapatkan juga sesuai.
Sejak berdiri 2007 silam dari hanya satu produk saja, kini produk Ifamoy sudah mencapai lebih dari 30 jenis berbahan dasar Kenari, Pala, Ikan, Sambal Roa.
“Jadi, saat ini produk unggulan dari Ifamoy termasuk salah satunya yaitu produk olahan turunan dari Kenari.” Tambahnya.
Beberapa kali Irma juga mendapat penghargaan yang itu membuatnya terus semangat, untuk membangun usaha yang dirintisnya tersebut.
“Alhamdulillah dari pihak Bank Indonesia, hingga saat ini terus mendukung dan membantu usaha saya. Dibeberapa kesempatan saya juga diberikan untuk sosialisasi kepada masyarakat dan bisa mengikuti pameran hingga keluar negeri.” Ucapnya.
Ia menambahkan, sejak Covid diawal tahun 2020 lalu, bisnis yang dibangunnya hampir tidak berjalan karena akses penjualan terhenti.
Namun hal itu bukan penghalang bagi ibu dua anak ini. Sejak Covid19 ia membuat produk berbahan dasar jeruk yang diberi nama Sari Jeruk Nipis, yang bermanfaat baik bagi pertahanan tubuh.
“Alhamdulillah dari minuman tersebut, usaha saya perlahan-lahan berjalan, karena banyak peminat pada saat itu, dalam sehari bisa produksi 250 hingga 700 botol.” Katanya.
Produk yang dibuatnya sekarang sudah dititipkan diberbagai toko yang ada di Kota Ternate, misalnya Pasar Swalayan Tara Noate, Dua Sekawan, Multi Mart, Indomaret juga di luar Kota seperti Bandara Soekarno Hatta, Ambon Maluku, hingga Belitung.
Dari hasil kerja keras yang luar biasa, Irma mempunyai penghasilan yang lebih dari cukup. Hingga saat ini ia sudah mempunyai tenaga kerja tetap dan harian. Hal ini dilakukan agar bisa membantu orang-orang sekitarnya.
Selain dari itu, kata perempuan dua anak ini, setiap penjualan setiap produknya, ia beri nama sendiri agar terlihat berbeda untuk menarik perhatian pembeli.
Usahanya yang terbilang sukses, Irma juga dipercayakan untuk sosialisasi kepada masyarakat pemula dalam membangun usaha. Selain itu, rumah produksi Ifamoy saat ini menjadi tempat magang mahasiswa, dari salah satu Universitas Maluku Utara.
Ia berharap anak muda saat ini harus lebih kreatif berani berkreasi agar mampu menciptakan produk-produk lokal yang nantinya mendunia.
“Saat pemerintah sudah cukup banyak membantu saya hingga sampai dititik ini, semoga kedepannya apa yang dibuat oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah ini terus mendapat dukungan dari pemerintah kita.” Harapnya. (tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Wawan Kurniawan
