Membaca Realitas

Cerita Ahmad Alhaddar, Rela Berhenti Kuliah demi Bangun The Manicos Caffee Shop

TERNATE (kalesang) – Trend konsumsi kopi yang terus tumbuh di Indonesia sejak tahun 2010 membuat banyak orang membuka bisnis kedai kopi atau Coffee shop. Hal itu yang membuat Ahmad Miqdad Alhaddar yang berlatar belakang penikmat kopi mulai menggeluti profesi sebagai seorang barista muda.

Ahmad lantas membuka kedai kopi sendiri dikenal dengan nama The Manicos yang terbilang sukses hingga saat ini.

Kedai The Manicos atau singkatan dari The Maniac Coffee Shop milik Ahmad berada di Jl. Pemuda, Kelurahan Salero, Kecamatan Kota Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara. Di tempat inilah Ahmad menghabiskan banyak waktu sebagai barista sekaligus owner Coffee Shop tersebut.

Ahmad bercerita, memulai membangun The Manicos bukanlah yang mudah. Karena banyak hal yang harus korbankan, mulai dari kuliah yang harus ditinggalkan dan berbohong pada kedua orang tua.

“Saya harus berbohong kepada orang tua, karena menggunakan uang semester untuk membeli alat dan bahan untuk membangun usaha Coffee Shop.”Ungkapnya. Selasa, (27/12/2022).

Ahmad mulai menggarap The Manicos sejak dirinya masih kuaih di Madura tempat kelahiran sang ibu tahun 2020 lalu. Ia bahkan bersama seorang temannya bernama Adnan pernah mencoba peruntungan dengan membuka usaha Coffee Shop di Jakarta Selatan, di sebuah hotel yang memiliki kedai khusus untuk kopi.

Lanjut Ahmad, usaha yang dibangun bersama temannya itu berhenti sejak Covid 19. Hal itu, membuat usaha mereka menurun. Pembeli mulai berkurang tidak ada pemasukan dan berefek parah pada usaha mereka yang akhirnya bangkrut.

Ahmad lantas hijrah kembali ke Madura untuk usaha yang sama, namun usahnya lagi-lagi tutup karena Covid kembali meningkat, apalagi saat diberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM oleh pemerintah karena saat itu Madura masuk zona hitam hingga seluruh akses ditutup.

Akhirnya Ahmad kembali menyerah, setelah untuk membayar iuran Wifi setiap bulan pun ia tak mampu. Ahmad sempat menjual kopi kemasan hanya untuk menghabiskan bahan-bahan yang sudah terlanjur dibeli agar tidak rusak. Merasa punya keuntungan, 2021 Ahmad mulai serius memproduksi kopi kemasan yang tetap memakai nama The Manicos.

Di Bulan November tahun yang sama, Ahmad melangsungkan pernikahan dan kembali ke Ternate. Tercatat Agustus 2022 Ahmad menetapkan pilihan untuk membuka The Manicos di bekas warung makan milik ibunya dan bertahan hingga sekarang.  Namun ia mengaku jika membuka usaha di Kota Ternate bukanlah hal yang mudah, tak seperti membuka Coffee Shop di Madura.

“Di Madura, saya lebih banyak mendapat keuntungan. Karena tidak terlalu memikirkan soal rasa, yang penting murah. Namun, di Ternate soal rasa dan harga juga harus diutamakan.”Katanya.

Belum lagi kata Ahmad, banyaknya Coffee Shop di Ternate membuat ia harus bekerja lebih ekstra. Beberapa strategi ia pakai agar mau menjadi konsumen tetap.

Kata Ahmad, membangun Coffee Shop di Kota Ternate, harus punya jejaring yang banyak agar dikenal semua orang.
“Jadi, sekecil apapaun kedai. Namun, ketika sudah ada nama jangan khawatir lagi. Alhamdulillah saat ini, saya juga sudah dibantu satu pegawai.” Bebernya.

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Ahmad, yaitu secara digital dan konvensional. Namun di era sekarang ini lebih banyak melihat orang lebih banyak menggunakan strategi pemasaran dengan cara digital. Dikarenakan, jangkuan pasarnya lebih luas dan sangat minim biaya.

Secara kenvensional lanjut Ahmad, pemasaran yang dilakukan secara langsung, ketika ada event-event ia membagikan voucher menu gratis ataupun dengan memberikan kartu nama agar nantinya dihubungi kembali.

“Untuk mempertahankan sebuah usaha hal yang perlu dilakukan oleh seorang owner adalah membangun komunikasi dengan setiap konsumen yang datang.” Pungkasnya. (tr-04)

 

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Wawan Kurniawan