Jatuh Bangun M. Natsir Jadi Anggota DPRD Kepulauan Sula
Natsir: Ibu Sempat Menolak Saya Jadi Ketua Partai
SANANA (kalesang) – Setiap perjalanan dalam mencapai karir, pasti ada hambatan dan cobaan yang dihadapi. Jika tidak kuat, sudah pasti akan menyerah.
Tidak semua orang yang pernah gagal berulang-ulang kali mau bangkit lagi. Tetapi kalau semangat yang tertanam erat di dalam hati, pasti terus mencoba hingga petik hasilnya.
Di tahun 2014, seorang pemuda asal Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, M. Natsir Sangadji putuskan bertarung di pemilihan legislatif (Pileg).
Semangatnya berapi-api. Hampir setiap hari mantan Ketua Komisariat HMI Fakultan Hukum Unkhair Ternate itu lakukan konsulidasi sana-sini.
Baca Juga: PDI-Perjuangan Maluku Utara Belum Pikirkan Paslon Cagub
Saat itu, Natsir menggunakan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebagai perahunya maju di Pileg 2014.
Dalam perjalanan, ayah Natsir, Hilal Sangadji meninggal dunia. Akhirnya dari situ semangat perjuangan menjadi seorang anggota DPRD pun langsung redup.

“Saya kehilangan semangat ketika ayah meninggal dunia. Saya sudah tidak fokus konsolidasi lagi.” Kata Natsir, Minggu (8/1/2023).
Jadi, Natsir mengaku dirinya sudah pasrah dengan hasil pemilihan. Yang jelas kekalahan yang dia dapatkan. Meski demikian, dia tidak menyerah.
“Saya sempat fakum dari dunia politik. Tetapi saya berani bangkit dan belajar dari kekalahan, sehingga sejak tahun 2015 kembali lagi ke dunia politik.” Ujarnya.
Di tahun 2015 itu, lanjutnya, bertepatan dengan pemilihan kepala daerah. Jadi dia mendukung Rusmin Latara sebagai calon bupati, namun pada akhirnya jagoannya kalah.
Baca Juga: Partai Golkar Tidore akan Dorong Kader Maju Pilwako 2024
“Kami kalah di putaran pertama. Jadi kami dukung Hendrata Thes dan Zulfahri Abdullah Duwila pada puturan kedua.” Ungkap mantan pengurus Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) itu.
Dari situ, kata Natsir, orang-orang mulai kenal dia dari keluarga mana dan basisnya di mana.
“Setelah itu saya bergabung untuk mengurus bapak Ahmad Hidayat Mus calon gubernur pada tahun 2017. Nah, dari situlah masyarakat mulai kenal.” Ucapnya.
Pasca dari pemilihan gubernur, kata lelaki kelahiran 1983 itu, akhirnya putuskan bergabung dengan Partai Gerindra untuk ikut bertarung pada Pileg 2019.

“Di tahun 2018 saya daftar sebagai Caleg dengan nomor urut 4, dari situlah masyarakat memilih saya jadi anggota DPRD Kepulauan Sula periode 2019-2024.” Bebernya.
“Saya menang di Desa Jere dan Desa Mangoli. Dari dua desa ini yang menambah semangat saya hingga saat ini.” Sambung suami Munira Sibela itu.
Setelah terpilih dan dilantik menjadi anggota DPRD, M. Natsir dipercayakan menjadi Sekretaris Pansus Tata Tertib (Tatib) DPRD.
Baca Juga: 2 Mantan Kadis Provinsi Maluku Utara Daftar Bacaleg 2024
“Saya kembali bangun komunikasi dengan seluruh pimpinan partai politik dan akhirnya dipercayakan oleh teman-teman untuk jadi Ketua Komisi I DPRD.” Ujarnya.
Berjalannya waktu, lelaki lima bersaudara itu kembali minta ke fraksi agar bergabung dengan tim anggaran DPRD selama dua tahun lebih.
“Saya gerilya lagi untuk bangun komunikasi ke lintas ketua partai politik dan pada akhirnya terpilih sebagai Ketua Komisi III DPRD. Sampai saat ini saya masih sebagai anggota Banggar. Politik ini intinya adalah membangun komunikasi.” Jelasnya.
Selain berkarir di dalam internal DPRD, M. Natsir saat ini juga telah menjadi Plt. Ketua DPC Gerindra Kepulauan Sula.
“Ibu saya sempat menolak saya jadi ketua partai. Tetapi karena saya selalu yakinkan ke ibu, akhirnya direstui.” Pungkasnya.
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
