Kakek Ahmad Penjual Mainan Anak dengan Sepeda Keliling di Ternate Kini Terbaring Sakit
Menantu Diatas Kursi Roda, Anak Tukang Sapu Jalan, Kakek Ahmad jadi Tumpuan
TERNATE (kalesang) – Anda yang bermukim di Kota Ternate, Maluku Utara tentu tak asing dengan sosok pria tua berpostur tubuh kecil yang setiap hari mendorong sepeda berisi berbagai jenis mainan anak, seperti wayang-wayangan kertas, di jalanan Kota Ternate.
Kini sang kakek yang diketahui bernama Ahmad Rahim, tak bisa lagi beraktivitas karena sudah sepekan mengalami sakit. Kakek 70 tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan ini hanya berbaring meratapi nasib, karena tak mampu lagi berjualan keliling bersama sepeda tuannya.
Kakek Ahmad memiliki seorang anak perempuan bernama Murni yang berprofesi sebagai tukang sapu jalan di Ternate. Murni menikah dengan Jafri yang juga tak bisa berjalan sejak lama dan hanya duduk di kursi roda. Kepada kalesang.id, Jafri, sang menantu Jafri mengisahkan, ayah mertuanya tinggal bersama mereka di belakang Masjid Al Mutathahirin, Kelurahan Maliaro, Ternate tengah, Kota Ternate sedangkan istri Kakek Ahmad bernama Nurmina, telah lama meninggal dunia.
“Ayah mertua saya memilih bertahan hidup di Ternate dengan menjual mainan yang dibuatnya sendiri. Ia membantu mencari nafkah meski sering kecapean.”Jelas Jufri sedih, Sabtu (14/1/2023).
Menurut Jafri, Kakek Ahmad sejak pekan lalu sakit dan selalu bolak-balik ke kamar mandi, hanya bisa tidur. Aktivitas membuat mainan anak-anak dari kertas juga sudah tidak bisa dilakukan, sang kakek kini hanya terbaring di tempat tidur.
Kondisi ekonomi keluarga Jufri yang juga tak menentu, membuat Kakek Ahmad merasa harus ikut mencari nafkah untuk menopang kehidupan keluarganya. Sehari-hari kisah Jufri, sang mertua selalu membawa pulang uang untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari. Karena saat di jalanan banyak warga Ternate yang memberi uang karena merasa iba, meski tak membeli mainan.
Jufri dan sang istri sudah berkali-kali melarang Kakek Ahmad untuk berjualan, karena kondisi tubuh sang kakek yang tak lagi mampu berjalan jauh. Namun larangan sang anak selalu ditepis Kakek Ahmad, karena menurutnya ia sudah terbisa berdagang dan harus membantu perekonomian keluarga.
“Ia menolak untuk mengemis, sebabnya dia bertahan hidup dengan memanfaatkan sisa kemampuannya yakni membentuk kertas menjadi mainan anak untuk dijual.”Katanya.
Suatu ketika, sambung Jufri, sepeda tua milik Kakek Ahmad rusak saat tengah diperjalanan, roda belakang ban sepedanya tak bisa berputar. “Dia (Ahmad) memperbaiki sendiri di tengah jalan, tak ada yang bantu.”Ungkapnya.
Setelah memeriksakan diri ke dokter beberapa waktu lalu, Kakek Ahmad didiagnosa mengalami sakit gula. Makanya kakek Ahmad tak lagi bisa makan makanan yang mengandung kadar gula tinggi dan beraktivitas yang berat.
Meski dalam kondisi sakit, Kakek Ahmad beberapa kali memaksakan diri untuk kembali berjualan. namun terus ditentang sang anak. Kakek Ahmad akhirnya menyerah dan terpaksa hanya beristirahat di rumah meski kondisi ekonomi keluarga kian memprihatinkan.
“Saya juga tara bisa berbuat banyak,karena kondisi saya yang tara bisa berjalan. Saya hanya bisa pasrah.”Ucap Jafri diatas kursi roda dengan nada lirih menahan kesedihan. (tr-08)
Reporter : Marwan Agil
Redaktur: Wawan Kurniawan
