Membaca Realitas

Longboat Terbalik di Pulau Taliabu, 2 Penumpang Belum Ditemukan

SANANA (kalesang) – Satu longboat terbalik di perairan laut Desa Samuya, Kecamatan Taliabu Timur, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Kamis (2/2/2023).

Longboat yang terbalik itu karena dihantam gelombang tinggi, sehingga membuat dua orang penumpang dikabarkan hilang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kalesang.id, longboat tersebut bertolak dari Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula dengan tujuan ke Desa Penu, Kecamatan Taliabu Timur sekira pukul 08:00 WIT.

Hanya saja, sesampai di Desa Samuya tepat pada pukul 09:00 WIT, longboat yang dinahkodai Amrin Amirudin tersebut dihantam gelombang tinggi, sehingga mengakibatkan mati mesin. Lalu longboat tersebut oleng hingga membuat air laut masuk ke dalam dan akhirnya tenggelam.

Longboat tersebut membawa 5 orang penumpang, tetapi pada saat tenggelam, 2 orang penumpang hilang atas nama Asna Abjan (41) dan Deni Hamang (41). Saat ini masih terus dilakukan pencarian. Sedangkan korban yang selamat Amrin Amirudin (35), Rini Kadir (44) dan Imelda Asnar (25).

Menurut cerita yang disampaikan Amrin Amirudin, setelah air laut masuk ke dalam longboat, dia bersama 4 orang penumpang berenang menuju ke pesisir pantai Desa Samuya. Namun ternyata hanya mereka bertiga saja yang bisa sampai ke bibir pantai.

Sekitar pukul 13.00 WIT tiba di pesisir pantai, Amrin mengaku langsung menuju ke kediaman Dan Pos Pol Samuya untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

”Kemudian tepat pukul 15.00 WIT Dan Pos Samuya AIPDA Fahmi Purnomo bersama Camat Taltim Kasim serta beberapa masyarakat Desa Samuya langsung melakukan pencarian korban yang hilang tersebut dengan menggunakan body fiber. Namun setelah dilakukan pencarian di perairan Desa Samuya dan sekitarnya, korban Asna Abjan dan Deni Hamang belum juga ditemukan.” Ungkapnya.

Pada pukul 18.00 WIT, lanjutnya, Dan Pos Samuya bersama camat dan sejumlah masyarakat terpaksa menghentikan pencarian.

”Dihentikan karena gelombang tinggi kembali menerjang di perairan laut Desa Samuya.” Pungkasnya.

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel