BPS Catat Pengangguran di Maluku Utara, Didominasi Perempuan dan Lulusan Sarjana
Ternate, Kalesang — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat tingkat pengangguran terbuka di daerah pada Februari 2026 masih didominasi perempuan dan lulusan sarjana. Kondisi ini menjadi perhatian karena tingginya angka pengangguran terjadi pada kelompok pendidikan tinggi.
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapari mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Maluku Utara pada Februari 2026 mencapai 4,46 persen atau sekitar empat penganggur dari setiap 100 angkatan kerja.
Menurut Simon, TPT perempuan tercatat lebih tinggi dibanding laki-laki. Pada Februari 2026, TPT perempuan mencapai 4,66 persen, sedangkan laki-laki sebesar 4,33 persen.
Selain didominasi perempuan, tingkat pengangguran tertinggi juga berasal dari lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 yang mencapai 7,53 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya.
Baca Juga:Disnakertrans Malut: Halteng–Halsel Serap TKA Capai 99 Persen
“Ini menunjukkan bahwa lulusan pendidikan tinggi masih menghadapi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar Simon dalam data resmi yanng di himpun kalesang.id Kamis (7/6/2026).
BPS juga mencatat tingkat pengangguran di wilayah perkotaan lebih tinggi dibanding perdesaan. TPT perkotaan tercatat sebesar 5,70 persen, sementara di daerah perdesaan sebesar 3,80 persen.
Sementara itu, distribusi pengangguran di Maluku Utara masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan persentase mencapai 39,07 persen pada Februari 2026. Sedangkan distribusi pengangguran terendah berasal dari lulusan Diploma I, II, dan III sebesar 2,37 persen.
Di sisi lain, tingkat setengah pengangguran di Maluku Utara pada Februari 2026 tercatat sebesar 7,73 persen. Sedangkan pekerja paruh waktu mencapai 34,36 persen dari total penduduk bekerja.
