Membaca Realitas

Cuaca Buruk, Kapal Berlabuh Nakhoda dan ABK Menjerit

Berharap Kondisi Laut Segera Membaik

TERNATE (kalesang) – Penundaan izin keberangkatan kapal dari Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara (Malut), membuat sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) menjerit.

Muliadin, salah satu anggota ABK kapal Al Sudais 21 mengaku, dirinya sudah mendapatkan edaran penundaan izin keberangkatan kapal dari KSOP Ternate. Karena kondisi cuaca belum memungkinkan hingga semua kapal dilarang berlayar.

“Kita merasa rugi baik secara pribadi maupun perusahan karena pendapatan tidak ada.”Ungkap Muliadin kepada kalesang.id Rabu (15/2/2023).

Menurutnya, untuk kapal Al Sudais yang melayari pelabuhan Sanana, Manado, Jailolo, Taliabu, saat ini kami belum bisa berlayar karena ada larangan.

“Meski sudah ada pencabutan izin berlayar namun jika kondisi cuaca belum normal, kita tidak bisa berbuat apa-apa.” Ujar Muliadin.

Muliadin mengaku jika kapal belum berlayar dan terpaksa berlabuh maka otomatis akan menguras biaya kebutuhan hari-hari. “Jika ini hari kapal berlayar ada pemasukan dan soal biaya hidup di atas kapal akan ditanggung. Tapi kapal belum berlayar kita juga menderita.”Keluh Muliadin.

Sementara Bahrudin Puha, nahkoda kapal Permata Ima yang menempuh rute Ternate-Gane Barat juga mengaku telah mendapat edaran dari KSOP Ternate terkait penundaan izin berlayar kapal.

“Kami sudah empat hari kapal dan belum berlayar.” Ucap Bahrudin.

Ia mengaku, sejak empat hari di kapal pemasukan tidak ada sama sekali, dan dirinya terbebani karena kebutuhan makan minum di kapal.

“Kita cuman berharap semoga kondisi cuaca ini cepat stabil, hingga KSOP mengeluarkan izin berlayar.”Harap Bahrudin. (tr-02)

 

Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan