Membaca Realitas

BMKG Beri Penjelasan Penyebab Angin Kencang yang Landa Wilayah Kota Ternate

Setiawan: Diprediksi akan Terjadi Selama Beberapa Hari

TERNATE (kalesang) – BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate memberi penjelasan terkait penyebab angin kencang yang landa wilayah Kota Ternate, Maluku Utara, beberapa hari kemarin.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Setiawan Sri Raharjo mengatakan, penyebab angin kencang di wilayah Ternate, Tidore dan Halbar karena kondisi suhu permukaan di laut Maluku hangat.

Dengan suhu yang hangat serta labilitas yang kuat itu, lanjut Setiawan, sehingga terbentuk awan konvektif jenis awan cumulonimbus. Yang mana, awan ini menghasilkan intensitas lebat.

Baca Juga: Pergi ke Kebun, Nenek 80 Tahun di Maluku Utara Ditemukan Meninggal Dunia

“Namun karena kondisi labilitas yang cukup kuat, dia cenderung menghasilkan kecepatan angin yang tinggi. Ini yang terjadi dalam dua hari di Maluku Utara.” Kata Setiawan kepada kalesang.id, Kamis (16/7/2023).

Potensi angin kencang ini, Setiawan menambahkan, masih ada. Namun, durasi intensitas kecepatan anginnya berkurang. Hal ini diperkirakan terjadi dua sampai tiga hari, terutama pada malam, sore atau dini hari.

“Ini diprediksi akan terjadi selama beberapa hari di wilayah Maluku Utara.” Ungkapnya.

Tentu, kata Setiawan, angin kencang ini juga dapat mempengaruhi tinggi gelombang. Namun karena awan cumulonimbus bukan angin monsun Asia, jadi sifatnya relatif pendek.

“Paling lama 2-3 jam terjadi tinggi gelombang, terutama wilayah Ternate-Jailolo, Ternate-Tidore atau Tidore-Sofifi.” Pungkasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel